![]() |
| Perempuan Diyakini Berperan Penting dalam Pemberantasan Korupsi |
JAKARTA - Menteri
Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan
Maharani mengatakan, perempuan memegang peranan penting dalam menekan angka
korupsi di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan dalam
peringatan Hari Kartini yang digelar oleh Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi
(SPAK), Komisi Pemberantasan Korupsi, Australian-Indonesian Partnership for
Justice (AIPJ) dan Dharma Wanita di Jakarta.
“Makna kemajuan
perempuan inilah yang dapat diambil dari peringatan Hari Kartini. Perempuan
memegang peranan penting dalam pemberantasan praktek korupsi yang sering kali
dianggap menjadi budaya dalam birokrasi dan aparatur negara," tegas Menko
PMK.
Menurutnya, berbagai
praktik dalam kehidupan bermasyarakat seperti cara hidup konsumtif, kebiasaan
memberikan upeti, rendahnya disiplin aparatur, menjadi penyubur tumbuhnya
budaya korupsi di Tanah Air.”Gerakan Saya
Perempuan Anti Korupsi (SPAK) memilki peran yang sangat strategis untuk memulai
gerakan ini di dalam keluarga, yakni: mengubah pola hidup yang tidak konsumtif,
menanamkan kedisiplinan, menanamkan ketaatan pada prinsip-prinsip yang baik,
serta membangun keteladanan," ucap Menko PMK.
Peran strategis perempuan
dalam mengubah cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup tersebut selaras
dengan Gerakan Revolusi Mental yang sedang gencar disosialisasikan dan
diimplementasikan oleh Pemerintahan Jokowi-JK.Dalam seminar yang mengambil tema
“Kekuatan Perempuan, Inspirasi
Perubahan” itu, Menko PMK berpesan kepada
perempuan Indonesia untuk berperan aktif membangun Indonesia, di mulai dari
keluarga, lingkungan terdekat, dan masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, sudah cukup
banyak perempuan Indonesia yang memiliki pikiran maju, berpendidikan,
pengalaman, yang didukung dengan kesempatan luas, sehingga mampu ikut serta
dalam mewujudkan pembangunan nasional dan terlibat dalam kancah internasional. “Untuk berkiprah, perempuan Indonesia harus kuat,
berkarakter, dan berintegritas,” tutup Menko
PMK.
Sumber: Klik di sini!

