![]() |
| Joko Widodo |
JAKARTA - Kepala Staf
Kepresidenan Teten Masduki telah menggelar rapat untuk membahas Panama Papers
pada Selasa, 19 April 2016. Hasil pembahasan tersebut akan diserahkan kepada
Presiden Joko Widodo pekan depan sekembalinya dari kunjungan kerja di Eropa.
"Baru minggu depan
mau dibahas dengan Presiden," ujar Teten usai mengikuti rapat tertutup
dengan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka
Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2016).
Teten diketahui belum
lama ini menggelar rapat untuk menindaklanjuti pernyataan Presiden Jokowi yang
ingin data komplet dari Panama Papers bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti
dan Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya. Teten mengatakan saat ini dirinya
belum dapat memberi tahu apa hasil kajian dari rapat tersebut karena masih
pembahasan tahap awal.
"Masih tahap awal
untuk pemerintah bagaimana menindaklanjuti itu karena Menteri Keuangan dan
Dirjen Pajak mengenai daftar Panama Papers itu sudah terkonfirmasi dengan data
yang ada di dirjen pajak. Ada sekitar 80 persen," terangnya saat ditanya
wartawan tentang perkembangan Panama Papers.
"Jadi memang usulan
tax amnesty itu menjadi relevan untuk segera di UU-kan. Kedua juga kerja sama
dengan luar negeri ini ada aspek hubungan internasionalnya, bagaimana kita buat
tax trinity dengan negara-negara seperti Panama dan lain-lain. Prioritas
pemerintah adalah ada capital in flow dari dana-dana mereka yang diparkir di luar
negeri dan aspek pajak bermasalah, sehingga kita akan memberi ruang lewat UU
Tax Amnesty itu supaya ada aset yang (dibawa lari keluar) masuk ke dalam,"
sambung Teten.
Sumber: Klik di sini!

