![]() |
| 80 Pemuda Disiapkan Bentuk Kampung Sablo |
PAMULANG – Persaingan ekonomi global tidak dapat ditawar
lagi setelah lahir Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejak akhir tahun lalu. Oleh
karenanya seluruh lapisan masyarakat diminta sadar dan terlibat, termasuk pihak
Kecamatan Pamulang dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Waha
Mandiri di Jalan Cabe Raya, Pondok Cabe Pamulang.
Kedua belah pihak
bekerjasama memberikan pelatihan kepada sebanyak 80 pemuda terdiri dari
mahasiswa, karangtaruna dan organisasi kepemudaan lain. “Kita sadari MEA begitu terasa sejak digulirkanya
pada Desember tahun lalu banyak produk masuk ke Indonesia termasuk tenaga
kerja. Mari kita sadari dan jangan berpangku tangan lakukan apa yang kita bisa
kerjakan,” kata Sekretaris Camat Pamulang,
Hamdani terkait kegiatan pelatihan tersebut.
Pelarihan yang tengah
dilakukan dalam kerjasama itu ialah usaha sablon, selanjutnya bisa membentuk
Kampung Sablon agar semakin berkembang seiring persaingan global. “Kegiatan sablon ini diharapkan betul-betul dapat
diaplikasikan nanti. Bukan hanya teori semata namun mampu membentuk kampung
sablon di Kecamatan Pamulang,” paparnya.
Kegiatan berlangsung
selama beberapa hari mulai Selasa-Jumat nanti. Kegiatan pertama sebagai
pangantar teori tentang sablon dilanjutkan praktek langsung.Kasie Kesejahteraan
Sosial, Kecamatan Pamulang Wiwik Budi Heryawati selaku penangung jawab kegiatan
mengharapkan peserta betul-betul mengimplementasikan apa yang telah diperoleh
dalam pelatihan dipraktikan. Sehingga tidak hanya didalam ruangan kelas ilmu
didapat namun dibiarkan tanpa ada manfaat.
“Pemerintah
tugasnya mendorong anak-anak muda untuk berkreasi. Dari hasil kreasi itu akan
muncul peluang usaha mudah-mudahan bisa tumbuh besar,” ujarnya.
Direktur AMIK Wahana
Mandiri, Sucipto menuturkan pihaknya siap mendukung program pemerintah dalam
pengembangan sumber daya manusia. Perkembangan ekonomi global harus ditopang
dari pemerintah, perguruan tinggi dan swasta. “Kami siap untuk bekerjasa sama dengan Pemerintah Kota Tanges. Alhamdulillah
kami sudah bekerjasama dengan Kecamatan Pamulang sejak tahun 2014 lalu,” katanya.
Secara serius ia
mengatakan jika ingin bersaing dengan ekonomi global, pemerintah setingkat
kecamatan harus menyediakan ruangan yang difungsikan untuk bisnis center.
Fungsinya untuk pengembangan usaha anak-anak muda. “Cara ini untuk mefokuskan bahwa binaan pemuda
berjalan. Melalui bisnis center disana akan banyak pengembangan usaha melalui
online seperti pengenalan produk dan perluasan pasar,” Sucipto memberikan saran.
Terlebih jika memang
nantinya di buat setiap kelurahan akan semakin baik. AMIK sendiri siap untuk
melatih berbagai jenis aplikasi semisal program corel untuk desain berbagai
motif salah satunya sablon.“Jika anak-anak
muda dibekali program corel kemudian dikembangkan, bisa juga bidang fotrografi
mereka akan banyak dicari orang untuk prewedding . Sekarang era kreatifitas,
karena bukan hanya kebutuhan hidup namun ada gaya hidup,” paparnya.

