![]() |
| Airin Terjun ke Pasar Ciputat |
CIPUTAT – Berbaju kebaya, celana batik lengkap dengan
sepatu boots, Walikota Airin Rachmi Diany terjun ke Pasar Ciputat, kemarin.
Lantai paling atas pasar tradisional itu dibersihkan dari kondisi berantakan
dan kumuh.
Petugas dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Bina
Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangsel serta aparat Kecamatan Ciputat
bahu-membahu menyiram kios-kios yang sudah lama tak ditempati pedagang itu.
Airin mengatakan saat ini
sedang disusun perencanaan pembangunan dan penataan Pasar Ciputat yang akan
dimulai secara fisik pada 2017 nanti. Pemkot Tangsedl sedang dalam tahap
persiapan dengan memastikan legalitas dan kepemilikan kios oleh pedagang karena
ada dua kepemilikan yaitu, dari PT Betania dan eks tanah desa.“Ini rangkaian dalam pembangunan Pasar Ciputat di
tahun 2017,” ujarnya.
Airin memerintahkan
kepada kepala pasar dan Camat Ciputat untuk melakukan sosisalisasi atas status
tersebut kepada pedagang dan pemilik kios agar ke depannya tidak terjadi
permasalahan.Menurutnya, secara hukum tidak ada masalah, karena pedagang sudah
lebih dari lima tahun meninggalkan kios mereka.“Sebenarnya sudah force majeur tapi, kami tetap akan lakukan sosialisasi
untuk didiskusikan kepada pemilik kios, Selain itu sambil menunggu proses
pembangunan juga akan tertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL),” papar wanita berkerudung ini.
Diakui Airin, pembangunan
Pasar Ciputat membutuhkan anggaran yang besar. Pemkot masih mengkaji pembiayaannya
apakah akan murni dibiayai dari APBD Kota Tangsel ataukah akan dikerjasamakan
melibatkan pihak ketiga. Sebelumnya Pemkot dapat tawaran bantuan oleh
pemerintah pusat namun, jumlahnya tidak mencukupi, karena hanya Rp 12 miliar.
Akhirnya uang itu ditolak Pemkot.
Pasar Ciputat nantinya
dilengkapi dengan fasilitas parkir dan sub terminal. Begitu juga dengan kondisi
lalu lintas sekitar yang akan dilakukan kajian analisa dampaknya. “Iya fasilitas pendukungnya juga akan dipersiapkan,
termasuk rekayasa lalulintasnya,”
bebernya.Selain membersihkan kios-kios di Pasar Ciputat, Pemkot juga merapihkan
lahan kosong yang akan dijadikan tempat pembuangan sampah terpadu di kawasan
itu.
Sejumlah petugas terlihat
memadatkan tanah merah di lokasi.Camat Ciputat, Andi Patabai mengatakan
pihaknya akan melaksanakan yang telah diperintahkan oleh walikoya dalam
rangkaian penataan Pasar Ciputat dengan langkah pertama melakukan sosialisasi
kepada pemilik kios yang telah lama meninggalkan tempat berdagannya itu.
“Iya Kami
sosilasiasikan kepada pemilik kios untuk mempertegas status kepemilikannya,” beber mantan Camat Serpong Utara ini.
Andi pun melakukan
perapihan pasar dengan memindahkan amrol di kawasan tanah merah di tanah seluas
600 meter, yang nantinya dijadikan tempat kawasan terpadu untuk sampah. “Kita bersama dengan Bina Marga sedang melakukan
pengerasan tanah untuk dijadikan lokasi amrol dan kita dibantu organisasi
kepemudaan orang Indonesia (penggemar Iwan Fals), dan Damkar melakukan
pembersihan kios dan los,” jelasnya.
Kios dan los di Pasar
Ciputat berjumlah 1.300 unit. Sedangkan, jumlah PKL sebanyak 1.200. Dari 1.300
kios dan los, hampir separuhnya tidak ditempati. “Setelah kita membersihkan pasar dan melakukan pengecetan, maka kita akan
memanggil pemilik kios. Pedagang yang ada di luar akan kita masukan ke dalam
untuk berdagang di sana,” pungkasnya.

