![]() |
| Sebuah warung
remang-remang di Alang-Alang, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, sudah mulai dibongkar pemiliknya, Rabu (11/5) |
SERPONG – Petugas gabungan sudah siap mengantisipasi
kemungkinan bentrok di lokalisasi Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang
menular ke Kota Tangsel. Rencananya hari ini, Pemkot Tangsel bakal menggusur
warung remang-remang di Alang-Alang, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong.Untuk
menertibkan kawasan Alang-Alang, Pemkot telah belajar dari pengalaman penolakan
warga Dadap yang diberikan Surat Peringatan (SP) 2 terkait rencana penggusuran
lokalisasi itu hingga berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
“Kami sudah
melakukan langkah persuasif termasuk menggandeng tokoh agama dan masyarakat di
Buaran. Kami yakin bentrokan tak akan terjadi,” terang Azhar Sam’un, kepala
Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Tangsel.
Sebanyak 250 personel
gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri serta Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) lainnya di Kota Tangsel diterjunkan untuk membongkar bangunan warung
remang-remang di Alang-Alang.“Besok (hari
ini-red) kita apel persiapan pukul 09.00 WIB di Kodiklat. Selesai apel, kami
langsung mengarah ke lokasi,” kata
Azhar.Meski potensi bentrokan bisa saja terjadi namun, Azhar yakin hal itu
sangatlah kecil kemungkinannya. “Kami sudah
beberapa kali rapat koordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan memanggil
para pemilik warung remang-remang itu,” terangnya.
Sesuai rencana
pembongkaran akan dilakukan oleh petugas jika memang masih ada bangunan semi
permanan yang berdiri di lahan orang atau bukan milik pribadi namun, belum
dibongkar oleh pemiliknya. “Bagi bangunan
yang bukan rumah tinggal akan di bongkar dan yang jadi rumah tinggal akan di
kembalikan pada fungsi semula,” tukas
Azhar.Warung remang-remang di Alang-Alang berupa karaoke dan live music memang
berdiri di lahan warga atau menempati rumah warga sekitar yang memang sengaja
disewakan.
Dikabarkan Wakil Walikota
Tangsel Benyamin Davnie bakal turun bersama-sama mengawal aparat dalam rangka
pembongkaran. Namun kabar itu belum dapat dipastikan terkait rencana Benyamin
yang cukup padat di hari itu.Sebelumnya Benyamin juga memimpin pembongkaran
warung remang-remang di Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren
pada 26 Januari 2015 silam. “Tapi kalau ada
acara yang tidak dapat diwakilkan, saya tidak tahu apakah Pak Wakil akan terjun
ke lokasi atau tidak,” tambah Azhar.
Sementara, Anton Maulana
(33) salah satu pemuda Kelurahan Buaran menuturkan dampak dari penggusuran
warung semi permanen itu dipastikan membuat banyak warga setempat kehilangan
penghasilan. “Satu sisi
untuk menghentikan aktivitas warga yang ada di cafe dihuni dari berbagai
daerah, namun, pedagang warung makanan dan minuman milik warga asli justru
terkena dampak,” paparnya. Menurutnya,
perwakilan warga sudah pernah melakukan dialog dengan Satpol PP, pada intinya
warga rela untuk membongkar warung di atas lahan milik H Rudi. Terbukti pemilik
warung sudah membongkarnya bangunannya masing-masing.
“Kami sudah
pernah berdialog diterima dengan baik beberapa waktu lalu bersama Satpol PP.
Intinya menyadari jika memang bukan haknya dikembalikan seperti semula,” beber Anton.Anton menegaskan Alang-Alang bukanlah
tempat prostitusi. “Perlu kami
tegaskan pengertian lokalisasi itu yang jauh dari kenyataan. Sebab di sini
tidak ada prostitusi hanya tempat karaoke saja,” ucapnya.
Dari pantauan Tangsel Pos
selama dua hari jelang penertiban, sejumlah warung remang-remang yang dibangun
semi permanen memang sudah terlihat dibongkar pengelola atau pemiliknya. Bahkan
sebuah warung hiburan berupa karaoke, bangunan dindingnya sudah dibongkar.Isi
di dalam bangunan tersebut yang tersisa hanya sofa-sofa yang biasa dipakai
untuk menerima para tamu untuk dilayani para wanita penghibur. Tak terasa
suasana mencekam di kawasan tempat hiburan yang telah ada selama 30 tahun lebih
itu.

