![]() |
| Presiden Joko Widodo |
BOGOR - Program Istana Untuk Rakyat yang memberi
kesempatan kepada masyarakat untuk mengunjungi istana mendapat respon positif
dari Presiden Joko Widodo yang mempersilahkan warga untuk berkunjung.
Presiden
mempersilahkan warga untuk berkunjung ke Istana Bogor, dan tidak merasa
terganggu dengan kegiatan ini," kata Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan
Protokol Istana Bogor, Endang Sumitra disela kegiatan Istana untuk Rakyat
(Istura) di Bogor, Selasa.
Menurut Endang, selama
kegiatan Istura berlangsung, Presiden Joko Widodo dan keluarga tetap menetap di
Istana Bogor. Presiden berangkat kerja ke Jakarta pagi hari dan pulang ke Bogor
setiap harinya seperti biasa."Presiden dan keluarga tetap menetap di
Istana, tidak ada agenda keluar," katanya.
Endang mengatakan, tidak
menutup kemungkinan selama kegiatan Istura berlangsung Presiden dan keluarga
berkesempatan menyapa masyarakat yang sedang berkunjung ke Istana
Bogor."Kemungkinan untuk menyapa masyarakat itu ada. Layak halnya seperti
di Gedung Putih (White House) Presiden Barak Obama dapat melambai dari balkon
ke masyarakat. Presiden dan masyarakat bisa bertatap muka," katanya.
Pada pelaksanaan Istura
kali ini, lanjut Endang, masyarakat dipersilahkan mengengilingi halaman depan
dan belakang Istana Bogor. Pihak istana juga menyediakan juru foto bagi
masyarakat yang ingin mengabadikan momen di salah satu sudut yang menjadi
simbol Istana Bogor.
"Tahun ini, salah
satu pintu ruang belakang istana akan dibuka, masyarakat dapat melihat ke dalam
cermin 1000 dan juga interior dalam Istana," katanya.
Menurut Endang, adanya
pembatasan kunjungan ke dalam istana karena atas dasar keamanan dan
pemeliharaan mengingat Presiden bertempat tinggal di Istana Bogor.
"Ada beberapa
ketentuan yang harus dipenuhi masyarakat sehingga kunjungan kali ini tidak
seleluasa tahun dulu. Karena ada aktivitas Presiden yang tingga di Istana.
Setidaknya masyarakat bisa melihat istana," katanya.
Wali Kota Bogor Bima Arya
Sugiarto mengatakan, perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 534 tidak hanya menjadi
pestanya Pemerintah Kota Bogor tetapi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan
masyarakat.
"Selain ada Istura,
Balai Kota akan jadi lebih terbuka untuk masyarakat Bogor. HJB meriah dipenuhi
berbagai acara. Tanggal 3 Juni nanti ada pesta rakyat, semua warga diundang ke
Balai Kota untuk ngeliwet bersama," kata Bima.
Bima menyebutkan, tahun
lalu kunjungan Istura mengalami penurunan karena adanya batasan tidak bisa
melihat isi dalam Istana Bogor. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat
Pemkot Bogor untuk kembali melaksanakan Istura.
"Kita telah
berkoordinasi dengan pihak Istana, memang ada tempat yang dibatasi dalam
kunjungan sehubungan dengan adanya keamanan. Tetapi warga bisa mengakses
ruang-ruangan yang bersejarah yang ada di Istana Bogor," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan,
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Shahlan Rasyidi menyebutkan,
Istura berlangsung selama lima hari yakni 24-26 Mei dilanjut 30-31 Mei 2016.
"Kunjungan
berlangsung selama lima hari, dalam satu hari kunjungan dibagi dalam beberapa
kali keberangkatan dimulai pukul 08.30 WIB sampai 12.00 WIB. Warga
berkesempatan berkunjung dan mengelilingi istana selama 30 menit,"
katanya.
Pelepasan pertama rombongan
Istura di Balai Kota dihadiri langsung Wali Kota Bogor dan juga Kasubag Rumah
Tangga dan Protokol Istana Bogor, serta SKPD lainnya. Warga dilepas dengan
sambutan tari tradisional Lengser dan hiburan kesenian lainnya.

