![]() |
| Ilustrasi |
PANDEGLANG – Sedikitnya 6.200 lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat
Pertama (SLTP) di Kabupaten Pandeglang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke
jenjang SLTA. Mayoritas penyebabnya karena keterbatasan ekonomi, keterbatasan
sarana pendidikan juga minim dorongan orangtua.Dewan Pendidikan Kabupaten
Pandeglang, Siswara mengaku sangat miris ketika melihat banyaknya siswa lulusan
SLTP yang tidak melanjutkan ke SLTA. Hal tersebut, menurutnya, menunjukan masih
lemahnya mutu pendidikan di wilayah yang dipimpin Irna Narulita itu.
“Dari hasil
pendataan yang saya lakukan, ada sekitar 6.200 siswa SLTP yang tidak bisa
sekolah lagi. Jumlahnya memang cukup signifikan. Kejadian ini didominasi di
wilayah Pandeglang selatan,” ungkap
Siswara, Kamis (12/5).
Kata Siswara, sesuai
hasil penelitian yang dilakukan dalam setiap tahunnya, siswa lulusan SLTP yang
tidak melanjutkan pendidikannya itu diatas rata-rata 6.200 siswa. Faktor
penyebabnya karena ekonomi rendah, minim sarana pendidikan di wilayah itu serta
infrastruktur jalan yang tidak memadai.
“Saya sangat
miris ketika melihat kondisi anak-anak sekolah lulusan SLTP itu banyak yang
tidak melanjutkan pendidikannya. Padahal saya yakin mereka punya keinginan
besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena mungkin
keterbatasn serta ketidakmampuan ekonomi, yang pada ahirnya mereka memilih
kerja, bahkan tidak sedikit juga yang menganggur,” katanya.
Ia menambahkan, dengan
banyaknya siswa yang putus sekolah itu, merupakan tanggung jawab pemerintah
dalam mengantisipasi dan mendorong, supaya lulusan SLTP tersebut bisa
melanjutkan pendidikannya. Karena dalam undang-undang pendidikan sudah jelas,
bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mengenyam pendidikan.
“Hal ini
terjadi karena mungkin pemerintahnya kurang perhatian terhadap peningkatan mutu
pendidikan, sehingga lulusan SLTP tahun ini saja cukup banyak yang tidak
melanjutkan. Ditambah lagi dengan tahun-tahun sebelumnya, selain itu juga masih
banyak lulusan SD yang putus sekolah. Jadi bukan hanya sebanyak 6.200 melainkan
lebih banyak lagi. Karena itu hanya perbandingan lulusan SLTA yang melanjutkan
dan yang tidak ditahun 2016 ini,” ujarnya.
Terpisah, kepala Dinas
Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Pandeglang, Muhaman Amri, juga mengakui bahwa
di Pandeglang ini cukup banyak lulusan SLTP yang tidak melanjutkan ke SLTA.
Terutama kata dia, di wilayah selatan. Pihaknya bersama Bupati Pandeglang saat
ini tengah mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya akan
mengadakan program sekolah 3T alias Terdepan Terbelakang Terisolir.
“Itu terjadi
bukan hanya karena faktor ekonomi saja, melainkan karena kepedulian orangtua
terhadap pendidikan juga minim ditambah lagi jangkauan sekolah yang cukup jauh.
Namun kami tahun ini akan membuka program sekolah 3T, yang tujuannya untuk memudahkan
siswa lulusan SLTP dalam melanjutkan pendidikannya ke SLTA,” tutur Amri.

