Ribuan TKS di Pemprov Banten Terancam Dipangkas

 Ilustrasi
SERANG, (KB).- Rencana rasionalisasi anggaran yang dilakukan satuan tugas (Satgas) rencana aksi Pemprov Banten di tahun 2016 ini berdampak pada tenaga kerja sukarela (TKS) yang tersebar di 43 SKPD. Saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten sedang membahas nasib 5.000 lebih TKS ini.Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Samsir mengatakan, pihaknya sudah meminta agar SKPD menyerahkan data-data TKS tersebut. Dari 43 SKPD, 7 di antaranya belum menyerahkan data.

"Masih ada 7 SKPD yang belum menyerahkan data TKS, tetap saya tidak hafal mana saja itu. Memang sedang dibahas terkait rasionalisasi, sedang dianalisis beban kerjanya. Belum tahu apakah nanti akan dipangkas atau diapakan," kata Samsir, kepada wartawan, Rabu (11/5/2016).

Ia menjelaskan, masing-masing SKPD akan dimintai keterangan terkait keberadaan non-ASN tersebut."Nanti kan dilihat dulu kebutuhannya seperti apa. Jadi nanti SKPD dipanggil, bagaimana kebutuhannya, berapa," ujar Samsir. Diketahui jumlah TKS cukup banyak berada di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) sebanyak 633 orang, 585 orang di Sekretariat DPRD, Dinas Pendidikan 423, dan Biro Umum sebanyak 331 orang.

"Kalau di Setwan itu penjelasan dari mereka memang masih sangat membutuhkan," tuturnya.Kepala Biro Umum Setda Banten Sitti Ma'ani Nina mengatakan, jumlah pegawai non-ASN di instansinya mencapai 331 orang."Di sini non-ASN itu ada 2 macam. Pertama, bagian sarana prasarana (Sarpel) seperti pegawai lapangan seperti pamdal, pengemudi, pramubakti, dan kedua administrasi seperti TKS itu, totalnya ada 331," ucap Nina.

Ia sudah menyerahkan data-data tersebut ke BKD. Menurutnya, Biro Umum masih membutuhkan TKS tersebut karena sesuai kebutuhan. Setidaknya Biro Umum mengeluarkan sekitar Rp 400 jutaan untuk honor pokok pegawai non-ASN tersebut setiap bulannya.

"Sudah diserahkan ke BKD untuk dibahas. Nanti kalau dianggap berlebih, harus dicek lagi kompetensi yang standarnya seperti apa. Melihat kondisi yang ada sekarang, menurut kami sudah cukup. Kami berkeinginan mem-plotnya sesuai kompetensi, pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM juga terus dilakukan," ujarnya.


Sebelumnya, Kepala DPPKD Banten Nandy Mulya mengatakan, kemungkinan TKS tersebut akan tersisih sebagai ekses dari rasionalisasi anggaran dari berbagai kegiatan di pemprov yang dinilai boros."Kami masih inventarisasi, ada yang muncul tanpa SK pusat itu barang kali akan tersisih," ucapnya.