![]() |
| Ketua DPP PDI Mega Wati
dan Risma Walikota Seurabaya |
SURABAYA - Dewan Pimpinan
Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Surabaya mengaku pasrah jika
Wali Kota Tri Rismaharini dipilih menjadi calon Gubernur DKI Jakarta untuk
Pemilihan Kepala Daerah 2017."Sebenarnya kami keberatan kalau Bu Risma
harus keluar dari Surabaya, tapi kalau partai sudah menghendaki maka kami harus
melaksanakannya," kata Wakil Bendahara DPC PDIP Surabaya Agatha Retnosari
kepada wartawan di Surabaya, Selasa (12/04/2016).
Menurut dia, Tri
Rismaharini merupakan salah seorang wali kota yang dicintai rakyatnya dan sudah
membuktikan kualitasnya sebagai pemimpin. "Apalagi Bu Risma baru dilantik
oleh Gubernur Jatim pada Februari lalu," ucap anggota Fraksi PDIP DPRD
Jatim itu. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah nama Risma yang merupakan
Wali Kota Surabaya dua periode tersebut masuk dalam penjaringan di DPP sebagai
calon Gubernur DKI periode 2017-2022.
"Kalau itu urusan
dan mekanismenya ada di pusat. DPC hanya menerima keputusan untuk selanjutnya
mengamankan serta melaksanakan perintah partai," katanya.
Tidak hanya nama Risma
yang disebut-sebut sebagai calon orang nomor satu di Ibu Kota usungan PDIP,
nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga menjadi yang
diperhitungkan."Sebenarnya kader PDIP yang berkualitas itu banyak dan
sangat layak menjadi pemimpin. Tapi sekali lagi, ini semua urusan DPP yang
menyeleksi hingga menentukan," katanya.
Wacana Tri Rismaharini
sebagai calon Gubernur DKI semakin mencuat ke publik seiring intensitasnya
pertemuan dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.Sekretaris Jenderal
DPP PDIP Hasto Kristyanto sebelumnya menyatakan bahwa pencalonan Tri
Rismaharini sebagai calon Gubernur DKI tergantung dari warga Jakarta.Namun di
sisi lain, kata dia, PDIP juga memahami tugas Risma sebagai orang nomor satu di
Pemkot Surabaya yang merupakan hasil pilkada serentak 9 Desember 2015.
Sumber: Klik di sini!

