![]() |
| Wakil Presiden HM Jusuf Kalla |
JAKARTA - Wakil Presiden
HM Jusuf Kalla mengimbau stasiun televisi nasional untuk menayangkan program
yang baik, santun, dan tidak berlebihan selama Ramadhan."Dakwah dengan
berdiri seperti ini, orang sudah bosan melihatnya, meskipun kadang agak
berlebihan juga. Oleh karena itu, kita perlu inovasi-inovasi yang baik,"
kata Wapres JK di ruang rapat Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu.
Dalam peluncuran TV
Dakwah Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Istiqlal itu, JK mengatakan
televisi harus dapat menayangkan dakwah yang menghibur sekaligus acara hiburan
yang bersifat dakwah."Kita (Indonesia) adalah negara dakwah terbesar di
dunia, setidaknya kita bisa melihat empat-lima ribu acara dakwah Islam di TV
yang ditayangkan 10-12 TV nasional ditambah lagi daerah, jadi ini luar
biasa," kata dia.
Sebagai media yang
berpengaruh, stasiun televisi juga diharapkan dapat menjadi pemberi informasi
yang baik kepada masyarakat, khususnya pada bulan Ramadhan."Ini adalah
tugas kita untuk meningkatkan kualitas dari jumlah yang besar itu," kata
dia. Meskipun demikian, Wapres berpendapat bahwa dakwah secara langsung tetap
dibutuhkan.
Terkait dengan dakwah
oleh para ulama secara langsung, JK menyinggung pentingnya tata suara atau
"soundsystem" karena 80 persen aktivitas di masjid adalah mendengarkan."Saat
Salat Jumat, misalnya, kita mendengarkan khotbah, pengumuman kotak amal sampai
pengumuman acara kira-kira 40 menit, 10 menit salat, 10 menit berdoa,"
kata dia.
Selain pengoperasian TV
Dakwah DMI, Wapres juga meresmikan peluncuran aplikasi dakwah berbasis Android,
penerbitan Buletin Dakwah, dan pembangunan gedung serba guna DMI.

