Shojo Complex Kolaborasikan Budaya Jepang – Indonesia

Shojo Complex Kolaborasikan Budaya Jepang – Indonesia 
JAKARTA Group idol baru kembali lahir di Indonesia, yakni Shojo Complex yang mengusung budaya Jepang. Group idol yang berada di bawah manajemen Yoshimoto Kreatif Indonesia ini, beranggotakan 13 orang gadis dengan rentang usia 14-24 tahun.

Amanda Sabrina (19 thn), Aninditha Asmarani (16 thn), Clara Eunike Cecilia (19 thn), Diasta Priswarini (24 thn), Florentina Karissa (19 thn), Irene Evita (18 thn), Juliana Sita (19 thn), Nada Fidarensa (19 thn), Reginia Sarah (19 thn), Rhaina Kirana (14 thn), Rima Aldilah Desirianti Putri (19 thn), Sarah Dwi Agustina (19 thn), Viola Aphrodita Sandika (20 thn) merupakan mereka yang berhasil lolos seleksi dari 500 gadis yang suka menari, bernyanyi dan ingin menjadi bintang, pada 3 Desember 2015 lalu.

Sebagai langkah awal, beberapa waktu lalu Shojo Complex menggelar show case di AEON Mall, Tangerang Selatan. Dalam penampilan perdana itu, Shojo Complex menyuguhkan 3 lagu bernuansa ceria dengan aransemen J-Pop, dengan lirik berbahasa campuran Jepang dan Indonesia, yakni lagu Hajimari No Hikari dan Yume No Kakera.

Sedangkan satu tembang penutup adalah lagu Goyang Dumang yang dibawakan dengan aransemen baru.Pertamanya kita semua kaget saat latihan, kok lagu Goyang Dumang, tapi setelah mendengar musiknya, kita semua menjadi suka, ungkap Nada Fidarensa, salah satu anggota Shojo Complex.

Ini adalah debut dari Kawaiian Girl yang kemudian mengalami perubahan nama menjadi Shojo Complex. Pergantian nama ini dimaksudkan agar mereka dapat lebih mudah menyebarkan konten Jepang, baik di Indonesia maupun Asia, ujar Hiroaki Kato dari manajemen.

Langkah selanjutnya, kata CEO MCIP Holdings, Mrs. Shizuko Yokote, Shojo Complex tengah dipersiapkan untuk aksi panggung dalam gelaran Anime Festival Asia (AFA) yang akan berlangsung di Singapore, Thailand dan Indonesia di bulan September 2016 mendatang.


Kegiatan AFA merupakan acara terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pengunjung mencapai 200-an ribu orang, jelas Yokote. Meski Shojo Complex lekat dengan nuansa Jepang, tetapi kata Yokote, tetap mengusung  kearifan lokal  Indonesia.