![]() |
| Kadishub dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansah |
JAKARTA - Kepala Dinas
Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansah geram, saat mendatangi
terminal bus Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (3/7/2016). Hal
tersebut lantaran pihak Perusahaan Otobus (PO) tak memajang daftar tarif bus
yang dikhawatirkan membuat penumpang mendapatkan tarif “kuda”.
“Ini kenapa
tidak dipasang daftar tarif bus di loket-loket. Jangan sampai penumpang yang
menjadi korban bila harga tarif tak di perlihatkan ke mereka,” ujarnya saat melakukan sidak ke terminal bus
Kampung Rambutan, Minggu (3/7/2016).
Mendapati hal itu, ia
mengancam memberi tindakan tegas ke siapaun yang masih nekat bermain-main
dengan aturan. Untuk petugas Dishub, Andri Yansyah mengaku akan langsung
memecat anggotanya bila ikut terlibat. “Kalau untuk PO
bus akan kami tutup dan tidak boleh beroperasi lagi,” tegasnya.
Menurut mantan camat
Jatinegara ini, dengan meningkatnya jumlah penumpang yang ada. Seharunya
ditambah dengan armada bus, baik pariwisata maupun bus cadangan. “Jadi bukan dengan cara memainkan tarif seperti
ini. Apalagi antara harga yang tertera di loket dengan yang ada di atas bus
bisa beda,” ungkapnya.
Sementara itu, Iwan
Sukmawan (39), calon penumpang, mengaku senang dengan apa yang dilakukan Kepala
Dinas Perhubungan. Karena menurutnya, sebelum di tahun-tahun berikutnya, harga
tiket kendaraan menjadi melonjak tajam. “Biasanya PO
bus yang mainin tarif, cuma karena kita butuh ya tetap dibeli,” ujarnya.
Ditambahkan penumpang
yang akan mudik ke Garut itu, mudah-mudahan dengan langkah yang dilakukan
membuat jera para PO bus. Karena tarif bus yang dinaikan para pengelola bis
selama ini memberatkan dirinya dan ribuan penumpang lainnya. “Biasanya tarifnya tinggi itu alasan awak bus
karena armadanya sedikit, jadi tarifnya naik,” tuturnya.

