![]() |
| Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin |
"Perpres sudah ada
terkait UIII. Sudah waktunya umat Islam memiliki universitas internasional yang
mengkaji dan mengembangkan Islamic studies," kata Lukman seusai menghadiri
Halalbihalal Idul Fitri Kementerian Agama, di Jakarta, Jumat.
Bagaimanapun, kata dia,
Islam di Indonesia berkembang dengan kekhasannya. Kekhasan Islam Indonesia di
konteks global bisa memberi kontribusi positif menata peradaban dunia.
Maka dari itu, kata dia,
UIII diharapkan dapat menjadi sarana yang dapat menularkan kebaikan Islam khas
Indonesia ke seantero dunia.
Lewat UIII, kata Menag
Lukman, sudah seharusnya kebaikan Islam khas Indonesia dijaga dan dilestarikan.
Lukman mengatakan
nantinya UIII akan menjaring mahasiswa luar negeri dengan porsi 75 persen.
Mereka yang masuk tersebut akan mendapatkan beasiswa pendidikan.
"Mereka mendapat
beasiswa. Ini juga untuk mereka menjadi duta bangsanya untuk menjelaskan Islam.
Kami sedang menyusun pengorganisasiannya, termasuk waktu dan lokasi jangan
terlalu jauh dari Jakarta," paparnya.
Secara umum, lanjut dia,
UIII akan fokus mengembangkan kajian strata master (S-2) dan doktor (S-3).
"Ini khusus post
graduate S-2, S-3 sementara S-1 biar Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri
seperti UIN, STAIN, biar mereka fokus ke S-1. Dan juga UIII ini fokus pada
mahasiswa luar negeri," kata dia.

