![]() |
| Menteri PUPR Klaim Kemacetan Arus Balik Tidak Separah Arus Mudik |
JAKARTA - Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyatakan, pada arus
balik Lebaran tidak ada kemacetan yang parah seperti saat mudik. Karena arus
balik sangat berbeda dengan arus mudik di mana pada arus mudik kendaraan dari
jalan tol dengan daya tampung yang lebih besar masuk ke jalan nasional yang
daya tampungnya lebih kecil.
“Sedangkan
untuk arus balik yang terjadi sebaliknya yakni kendaraan dari jalan nasional
yang memiliki daya tamping lebih kecil masuk ke jalan tol yang daya tampungnya
lebih besar,” katanya
seusai meninjau kondisi arus balik di Jalan Tol Jaarta-Cikampek, Minggu.
Bahkan Basuki mengatakan
pihaknya meminta kepada PT Jasa Marga agar menggratiskan jalan tol jika sampai
pada arus balik kemacetan di Gerbang Tol Cikarang Utama mencapai 5 Km. Meski
digratiskan pengguna tetap menyerahkan kartu di gerbang tol.
“Kalau sampai 5
kilometer stuck maka pengendara kita bebaskan dari membayar tol. Saya monitor
terus. Namun kalau masih jalan pelan itu wajar kecuali sudah stuck,” ujar Basuki. Kondisi antrian di GT Cikarang Utama
sendiri pada Sabtu sendiri berkisar 300 meter.
Disamping itu juga
dilakukan beberapa langkah lain dalam mengurai kepadatan, khususnya di Tol
Jakarta Cikampek seperti Contraflow, jemput transaksi, pengalihan arus dan
penambahan gardu tol. Untuk kelancaran dan kenyamanan transportasi semua harus
bekerjasama, baik itu Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian
Kesehatan dan Kepolisian
Menurutnya kelancaran arus
mudik dan balik dipengaruhi oleh 3 hal utama yakni, penyediaan prasarananya,
rekayasa lalin, serta perilaku pengemudinya. Terkait tempat istirahat di tol
yang selalu penuh sesak di arus mudik dan arus balik hingga menjadi salah satu
penyebab kemacetan, Basuki mengatakan hal itu sulit dihindari.
“Ini sulit
dihindari karena ada 1,6 juta mobil yang meninggalkan Jabodetabek ke wilayah
Jawa. Di rest area sendiri misalnya sudah ada 100 toilet, tapi pasti tidak akan
cukup,” kata Basuki.

