![]() |
| PDIP Gelar Pelatihan Manajer Penggerak Ekonomi Kerakyatan |
JAKARTA - Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkomitmen untuk secara konsisten
memperjuangkan perekonomian kaum Marhaen atau wong cilik yang menjadi roh dari
partai berlambang banteng moncong putih itu.
Dalam rangka semangat dan komitmen
itu, PDIP melalui Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) menggelar
Pelatihan Manajer Penggerak Ekonomi Kerakyatan yang diikuti utusan dari 34 DPD
PDIP seluruh Indonesia.
Pembukaan pelatihan
dilaksanakan di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).
Kemudian, pelatihan diselenggarakan di Cariyu, Bogor, pada 20-22 Juli 2016. Sekjen
DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam pengarahannya mengatakan, watak politik yang
dikembangkan PDIP adalah politik yang berkeadaban, sehingga sebagai partai
mampu menunjukkan wajah yang berpihak kepada rakyat.
"Pelatihan ini
bertujuan agar kader partai bisa memahami dan sekaligus bisa
mengimplementasikan ideologi partai dalam membangun ekonomi kerakyatan di
tengah-tengah masyarakat, sehingga rakyat mengetahui motivasi kita dalam
berpartai," kata Hasto dalam pengarahannya di Kantor DPP PDIP, Lenteng
Agung, Jakarta Selatan, Rabu (20/7).
Hadir juga dalam
pembukaan tersebut Ketua DPP bidang Pertanian Mindo Sianipar dan beberapa
anggota Fraksi PDIP di DPR serta para pakar di bidang pertanian dan ekonomi
kerakyatan. Dalam kesempatan itu, Hasto kembali mengingatkan bahwa penting bagi
partai dalam upaya dan komitmen untuk membumikan Pancasila sebagai ideologi
membumikan agama sebagai teori sosial dengan cara penerapan ekonomi kerakyatan
yang berbasis dan berprinsip pada semangat gotong royong.
Dalam menjalankan itu,
PDIP tidak membeda-bedakan berdasarkan aspek ras, agama, maupun suku. Semua sama
karena basisnya adalah prinsip kemanusiaan. "Bagaimana mencegah terjadinya
ketidakadilan adalah tugas ideologis kita. Ketika anda mengorganisiasi rakyat
dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan, itulah sejatinya kerja-kerja
menjalankan tugas ideologis kita," ujarnya.
Hasto kemudian
menguraikan bagaimana PDIP selama ini telah menggembleng kader serta perwakilan
kelompok masyarakat dalam pelatihan di Cariyu Bogor. Di sana, kata Hasto, para
kader dan peserta bisa praktik langsung di areal penangkaran padi lokal
unggulan, bagaimana pembenihan dan pembesaran ikan tawar, bagaimana produksi
abon dari kelinci, hingga instalasi biogas dan biodeg.
"Kalau anda lulus,
tidak hanya lulus sebagai calon manajer rakyat, tetapi juga lulus sebagai
rakyat itu sendiri," tegasnya. Pelatihan ini, lanjut Hasto, diharapkan
tidak hanya meningkatkan kualitas teknis,tetapi juga meningkatkan kualitas
ideologis sehingga dalam berpartai bisa memberikan jawaban bagi kondisi yang
dialami oleh rakyat.
Sikap politik PDIP hasil
Kongres IV sangat jelas dan tegas keberpihakannya pada rakyat Marhaen sebagai
kekuatan produksi nasional yang menopang berjalannya sistem ekonomi kerakyatan
guna melakukan koreksi terhadap berjalannya sistem ekonomi neo-liberal dan
neo-kapitalis.
Dalam konteks itu, PDIP sebagai
partai terus memperjuangkan agar negara wajib menjamin rakyat terlibat dalam
kegiatan ekonomi produktif, mendorong akses dan kepemilikan rakyat terhadap
permodalan, informasi dan pasar demi memperkuat Usaha Kecil dan Menengah,
mengembangkan industri kreatif (termasuk memberikan kepastian perlindungan
berbentuk hak paten dan hak atas kekayaan intelektual), serta menggalakkan
koperasi sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.
Ketua BPEK, Efendi
Sianipar mengatakan, pada awal pembentukannya, BPEK membawahi Badan Pelatihan
Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (BP2ER) dan Komunitas Tumbuh Bersama (KTB) yang
sejak 24 Agustus 2005 telah melakukan pelatihan ekonomi rakyat di Cariyu,
Bogor. Hingga saat ini, setidaknya sudah dilakukan sebanyak 46 kali pelatihan
dengan jumlah alumni lebih dari 3000 peserta dari berbagai kota dan daerah di
Indonesia.
Melalui program itu, PDIP
membangun semangat kegotongroyongan, semangat keragaman, dan semangat
kemanusiaan melalui bidang ekonomi. "Semangat ekonomi kerakyatan adalah
yang paling dekat dengan semangat kegotongroyongan, semangat kemanusiaan, dan
semangat keragaman yang akan menciptakan suatu masyarakat yang tumbuh
bersama," kata ungkap Efendi.

