![]() |
| Sri Mulyani |
JAKARTA – Masuknya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan
dalam reshuffle kabinet jilid kedua mendapat respons positif dari pasar. Track
record Sri melambungkan konfidensi pelaku pasar.
Itu tecermin dari
pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks misalnya ditutup melesat
49,96 poin (0,96 persen) menjadi 5.274. Selanjutnya, nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat
(USD) ikut melejit.
Rupiah berdasar kurs
referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) naik 0,15 persen (20
poin) dari posisi Rp 13.150 per USD menjadi Rp 13.130 per USD. Merujuk data
Bloomberg, kurs rupiah tutup di kisaran Rp 13.137 per USD.
Rupiah naik 0,17 persen
dari posisi pembukaan di kisaran Rp 13.160 per USD. Rupiah bergerak di kisaran
Rp 13.103-13.167 sepanjang perdagangan. Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatat
nilai tukar rupiah naik 38 poin (0,29 persen) ke Rp 13.137 per USD.
Dalam jangka pendek,
rupiah diprediksi bisa menyentuh level Rp 11.000-12.000 per USD. Tetapi,
pencapaian itu dinilai kurang bagus kalau terjadi dalam tempo singkat.
Pastinya, Bank Indonesia
(BI) tidak bakal membiarkan rupiah melonjak signifikan. “BI akan melakukan intervensi agar rupiah naik
secara bertahap,” tutur Analis
Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta kemarin.
Kemunculan Sri, kata
Lukman tidak sekadar menjadi angin segar. Rotasi dalam tubuh tim ekonomi dengan
sosok sentral Sri menguat keyakinan investor. Sebab, berbekal kemampuan manajerial
mumpuni, Sri digadang bakal mampu menjalankan tugas berat pemerintah.
“Terutama
program tax amnesty akan berjalan sesuai ekspektasi. Pasar percaya penuh akan
kemampuan beliau,” kata Lukman.

