![]() |
| Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie |
TANGERANG - Aparatur di
Pemerintah Kota (Pemkot )Tangerang Selatan (Tangsel) mesti mampu menangkap
keinginan pimpinannya dalam menerjemaahkan program visi dan misi selama lima
tahun kedepan. Termasuk dalam menyusun dan pelaksaaan Rencana Kerja Anggaran
(RKA).
Demikian diungkapkan
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie dalam kegiatan di Kampung Anggrek,
Buaran, Kecamatan Serpong, Jum’at
(12/8/2016).
“Bagaimana mau
mengikuti keinginan pimpinan, kalau membuat surat saja masih salah,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa
Bang Ben itu bilang, pada 2017 menjadi tahun pertama Rencana Program Jangka
Pertama Daerah (RPJMD) digulirkan. Ia berharap, para Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dapat melakukan perencanaan kegiatan secara matang dan terukur.
Politikus asal Partai
Nasional Demokrat itu terobsesi, bila sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa)
APBD 2016 hanya dikisaran Rp300 miliar. Turun dari jumlah sebelumnya yang
mencapai Rp754 miliar."Rencanakan pekerjaanmu, dan kerjakan perencanaanmu.
Tapi kalau kamu gagal dalam membuat perencanaan, maka sesungguhnya kamu sedang
merencanakan kegagalan,” ujarnya
berfilosofi.
Kesalahan yang seringkali
timbul, Bang Ben memaparkan, seperti kegiatan tidak terlaksana, waktu pekerjaan
tidak cukup, penyerapan anggaran mustahil, dan lain sebagainya. Makanya dalam
kegiatan bimbingan teknis penyusunan RKA itu ia memberikan motivasi kepada
puluhan peserta Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Kalau bisa itu
dihindari dari sekarang. Jadi Anda harus berfikir bagaimana walikota itu
mewujudkan mimpinya di 2017. Itu amat dasyat,” papar Ben.

