![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA - Agama (Kemenag)
menilai pengurusan visa untuk jamaah haji tahun ini lebih mudah dan berbeda
bila dibandingkan tahun lalu. Sehingga jamaah haji pada gelombang I tidak akan
tercampur dengan jamah haji gelombang II.
“Jadi mengurus visanya tahun ini
memang beda dengan tahun yang lalu. Atas pengalaman tahun lalu, supaya tidak
tercampur antara jamaah gelombang 1 dan gelombang 2. Urusan visa kita lakukan
secara berurutan,” ujar Direktur
Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag, Prof Abdul
Jamil.
Menurutnya, visa untuk
jamaah haji 2016 keberangkatan gelombang I dari 8 embarkasi sudah mencapai 100
persen. “Seluruh kloter keberangkatan
gelombang 1 masing-masing embarkasi itu kita urus dan sekarang sudah 100
persen,” katanya.
Setelah itu, lanjut dia,
pihaknya mulai mengurus jamaah haji gelombang kedua yang akan terbang dari
tanah air pada 22 Agustus 2016. "Insya Allah sudah tidak ada masalah,
terlebih sekarang ini pengurusan visa berbeda dengan tahun lalu,” jelasnya.
Dikatakannya, pada
tahun-tahun lalu untuk mencetak visa ada di kedutaan dan menyatu dengan paspor.
Sedangkan tahun ini, jika sudah disetujui Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan
Arab Saudi untuk Indonesia, visa dapat dicetak di daerah embarkasi.
“Sehingga ini membantu kita pada
embarkasi yang 8 lokasi itu. Visa jadi bisa di Makassar, Lombok, Medan dan
seluruh asal embarkasi. Ini memotong mata rantai dari proses pengurusan visa.
Makanya sekarang untuk visa keberangkatan gelombang 1 sudah selesai 100 persen
dan gelombang kedua menyusul,” tukasnya.

