![]() |
| Ilustrasi |
TANGSEL - Pernahkah Anda
bayangkan, seorang anak yang menderita penyakit serius bisa sampai
berbulan-bulan terbaring di rumah sakit. Untuk anak-anak yang berasal dari
keluarga yang ekonominya lemah, jangankan memikirkan membelikan mainan untuk
anaknya. Untuk makan dan keperluan sehari-hari saja mereka harus memutar kepala
supaya uang yang mereka punya bisa menutupi semua kebutuhan.
Nah, sebagai sebuah
lembaga yang sangat concern terhadap anak-anak dalam kondisi tertentu,
khususnya anak dengan disabilitas, Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten
secara rutin selalu merayakan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23
Juli.
Tahun ini, Yayasan Sayap
Ibu merayakan HAN di RSUP Fatmawati, dengan target anak mendapat hadiah 130
anak dan di RSUD Tangerang Selatan sebanyak 70 anak.
”Setiap hadiah yang diterima anak
akan memberikan rasa bahagia, yang mungkin bahkan akan memberikan semangat dan
harapan besar bahwa ia akan kembali sehat. Merasa bahwa ia dihargai dan
diingat, akan menumbuhkan rasa cinta dan spirit hebat, karena ada seseorang
yang memperhatikannya,” ungkap
Renowati Hardjosubroto, Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten.
Lanjut Renowati, perasaan
bahagia akan menumbuhkan semangat, bahwa ia harus sembuh. Sementara saat anak
merasa tidak ada yang memperhatikan dan mengharapkan kesembuhannya, maka rasa
kesepian dan merasa tak diperlukan malah akan membuat mereka semakin sakit dan
menambah parah penyakit yang mereka derita.
”Sebuah hadiah merupakan wujud
dari rasa empati kita yang menginginkan mereka segera sehat, pulih seperti
seperti sediakala. Semangat yang tumbuh akan menumbuhkan rasa optimis dan tidak
lagi memikirkan penyakit, yang ia derita sehingga meningkatkan rasa percaya
diri,” sambungnya.
Masih menurut Renowati,
anak-anak yang sakit membutuhkan perhatian khusus. Hal ini, sambungnya lagi,
sangat tergantung pada keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar mereka.
“Ketika anak yang sakit dijenguk,
diajak sedikit berbincang, maka sesungguhnya itu akan sangat membantu
membangkitkan kembali semangat dan menghilangkan rasa minder atau pikiran jelek
dan pesimis yang menghantui mereka,” pungkasnya.

