![]() |
| Peta Kabupaten Pandeglang |
PANDEGLANG, (KB).- Sebanyak
17 kementerian turun tangan membantu Kabupaten Pandeglang keluar dari statusnya
sebagai daerah tertinggal.
Sebab, pengentasan daerah tertinggal bukan saja tugas Kemendes Des PDT dan Trasmigrasi, namun juga harus ada keterlibatan menteri lainnya. Hal itu dikatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigarasi (Kemndes PDT), Eko Putro Sandjojo, dalam peresmian pembangunan dua jembatan di Kadubera, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, (12/9/2016).
Sebab, pengentasan daerah tertinggal bukan saja tugas Kemendes Des PDT dan Trasmigrasi, namun juga harus ada keterlibatan menteri lainnya. Hal itu dikatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigarasi (Kemndes PDT), Eko Putro Sandjojo, dalam peresmian pembangunan dua jembatan di Kadubera, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, (12/9/2016).
Menurut dia, pengentasan
daerah tertinggal bukan saja tugas Kemendes Des PDT dan Trasmigrasi, tapi ada
keterlibatan tupoksi menteri lain. “Jadi begini,
program nasional, program desa itu bukan hanya program kementrian desa saja.
Tapi juga program 17 kementrian di kabinet, seperti Kementerian Pertanian,
Menteri UKM, Kemenpupera, dan Menteri Kelautan,” kata Eko.
Dia mencontohkan, Desa
Kadubera yang akan dijadikan tempat pengembangan unggulan jagung. Pihaknya akan
mengajak Menteri Pertanian dalam penanganannya. Bagitu juga untuk
infrastrukturnya akan dilibatkan Menteri Pupera, UKM dan BUMN agar menangani
bulog investasi di sarana panennya.
“Jadi dengan begitu terintergrasi
dan tidak terpencar-pencar, sehingga hasilnya akan lebih maksimal,” katanya.
Eko mengaku optimistis pemerintah
pusat akan membuat program desa unggulan. Oleh karena itu bupati atau kepala
daerah sangat penting dalam berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Dengan
demikian, pusat tidak akan salah melucurkan program.
“Seperti di Pandeglang ini, bupatinya memiliki agresip luar biasa dalam
memperjuangkan daerahnya. Oleh karena itu bantuannya dapat banyak karena itu
tadi bupatinya proaktif. Seperti jembatan, ya kami kasih ini. Nah hal-hal
seperti ini yang kami harapkan ada masukan
bupati dan gubernurnya, kalau tidak begitu pemerintah pusat bisa salah
megelontorkan program,” ujarnya.
Dia menekankan semua desa
agar Dana Desa (DD) yang terus disalurkan setiap tahunnya oleh pemerintah
pusat, akan selalu bertambah. Sehingga anggaran itu berkembang, setiap desa
harus membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMdes).
“DD itu setiap tahunnya Rp 47
triliun, bahkan tahun depan akan naik lagi kira-kira Rp 600- Rp700 juta/desa.
Tapi kenyataannya di desa itu antara Rp 800- Rp 2 miliar dapetnya.Itu dilakukan
karena komitmen pemerintah dan amanat UU tiap tahunnya harus ditambah. Jadi
saya minta semua desa terutama tiap desa di Pandeglang harus punya Bumdes,” ujarnya.
Bupati Pandeglang,
Hj. Irna Narulita berterimakasih kepada
Kemendes PDT yang sudah memberikan bantuan dua jembantan gantung yang nilainya
sekitar Rp 1 miliar lebih. Jembatan itu bagian dari hal penting yang dibutuhkan
masyarakat Pandeglang khususnya diwilayah Kadubera Kecamatan Picung.
“Sangat jelas bantuan itu
bermanfaat bagi masyarakat, dengan adanya pembangunan jembatan akan mempermudah
masyarakat saat menuju ke sekolah, mengangkut hasil panen dan akan membuat
perputaran ekonomi didaerah semakin lancar,” ujarnya.
Dia berharap kedepannya
akan ada bantuan lagi dari pemerintah pusat, seperti Kemendes PDT. Kabupaten Pandeglang butuh pembangunan
jembatan untuk membangkitkan dari ketertinggalan. “Mudah-mudahan kedepannya akan digelontorkan lagi
bantuannya,” katanya.

