![]() |
| DBMSDA Kota Tangerang Gelontorkan Rp7,8 Miliar Bangun Terminal Air di 39 Titik |
TANGERANG, (KB).- Pemerintah
Kota (Pemkot) Tangerang, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA),
pada Tahun Anggaran (TA) 2016 ini, menggelontorkan dana tak kurang dari Rp7,8
miliar. Anggaran sebesar itu, digunakan untuk pembangunan Terminal Air Sumur
Dalam di 39 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Kepala DBMSDA Kota
Tangerang, Nana Trisyana mengatakan bahwa, pembangunan Terminal Air dengan
menggunakan sumur dalam, merupakan salah satu program Pemkot Tangerang untuk
meningkatkan kebutuhan pelayanan Air Minum. Yaitu melalui Program Lingkungan
Sehat Perumahan, Kegiatan Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar
terutama bagi Masyarakat Miskin.
"Saat ini Kebutuhan
masyarakat terhadap Air Minum yang diperoleh melalui pelayanan PDAM dengan
sistem perpipaan dan non perpipaan, belum dapat menjangkau seluruh wilayah di
Kota Tangerang. Sehingga digelontorkanlah program ini, sejak 2012 lalu,"
ujar Nana.
Untuk pembangunannya
sendiri, pihaknya memetakan wilayah Kota Tangerang, menjadi tiga zona. Yaitu,
zona satu, meliputi, Kecamatan Neglasari, Benda, Batuceper, Cipondoh dan
Tangerang. Zona dua, Kecamatan Periuk, Karawaci, Cibodas dan Jatiuwung.
Kemudian Zona tiga, Kecamatan Pinang, Karang Tengah, Ciledug dan Larangan.
"Untuk sekarang,
kita fokus pada zona dua dan tiga. Karena, kedua wilayah itu belum tersentuh
sistem perpipaan dari PDAM," ujarnya. Masih kata Nana, Sistem Terminal Air
yang digunakan bersumber dari air tanah (Sumur Dalam) akan disalurkan ke
masyarakat melalui reservoar. Pemanfaatan Air Tanah tersebut untuk menekan
biaya pengeluaran air masyarakat di daerah yang sulit air. "Biasanya
masyarakat mendapatkan air dengan membeli dari pedagang air keliling,"
kata Nana.
Sementara itu, menurut
Kepala Seksi (Kasie) Pembangunan Air Minum DBMSDA Kota Tangerang, P.
Nainggolan. Terminal Air Sumur dalam, kapasitas produksinya mencapai satu liter
per detik. "Setiap sumur dalam mampu melayani sekitar 100 kepala keluarga
(KK), atau kurang lebih 500 jiwa," tuturnya.
Dijelaskan Nainggolan,
berdasarkan data terakhir, Pelayanan Air Bersih melalui sistem perpipaan PDAM
di Kota Tangerang baru mencapai 24,56 persen dari jumlah penduduk Kota
Tangerang yaitu 17 persen dilayani oleh PDAM Tirta kerta Raharja milik
Kabupaten Tangerang dan 7,56 persen PDAM Tirta Benteng milik Kota Tangerang.
"Hingga 2015 lalu, kita sudah bangun sekitar 70 Terminal Air Sumur Dalam
di Kota Tangerang," ungkapnya.
Kemudian lanjut
Nainggolan, berdasarkan Rencana Induk Sistem Pelayanan Air Minum (RISPAM) Kota
Tangerang, serta target Millenium Development Goal's (MDG's), pada 2020
mendatang pelayanan air bersih harus sudah 100 persen. "Melihat hal
tersebut, mulai 2016 ini kita juga akan membangun jaringan pipa retikulasi yang
sumber airnya berasal dari sumur dalam," imbuhnya.
Pembangunan TA tersebut
melibatkan peran serta masyarakat, yaitu dengan pembentukan lembaga pengelola
Terminal Air masyarakat dengan Surat Keputusan Lurah. Selain itu, lanjut
Nainggolan, pada 2017-2018 mendatang, Pemkot Tangerang juga berencana membangun
Water Treatment Plant (WTP) di zona dua dan tiga. Untuk zona dua direncanakan
memiliki kapasitas sebesar 3.000 liter per detik, sedangkan zona tiga mencapai
2.000 liter per detik.
"Targetnya, akan ada
sekitar 9.000 sambungan langsung yang akan melayani kebutuhan air bersih warga
Kota Tangerang," pungkasnya.

