![]() |
| Proyek PLTU Jawa 5 dan 7 Ditargetkan Rampung 2019 |
JAKARTA - Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal
Ketenagalistrik tengah mengupayakan penyelesaian proses proyek pembangkit
listrik berkapasitas besar, supaya dapat dikerja.
Proyek pembangkit listrik
bermasalah ini merupakan bagian dari realisasi megaproyek 35.000 mw.
Sejumlah proyek
pembangkit listrik berkapasitas besar yang bermasalah diantaranya Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5 berkapasitas 2 x 1.000 MW yang dibatalkan PLN
setelah proses mendekati akhir dan PLTU Jawa 7 berkapasitas 2 x 1.00 MW yang
sudah ditender sejak 1 Desember 2014.
"Kita usahakan
supaya semuanya itu (PLTU Jawa 5 dan 7) segera diselesaikan prosesnya. Sehingga
diharapkan 2019 mayoritas sudah proyek selesai (Commercial Operation Date/COD).
Nanti yang belum tinggal masih kontruksi,"singkat Dirjen Ketenagalistrikan
Djarman saat ditanyai "Apakah PLTU Jawa 5 dan 7 selesai 2019", di
Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Sementara itu,
berdasarkan catatan Okezone, masih ada beberapa proyek pembangkit bermasalah
yang masih belum on progres. Seperti PLTU Sumsel 9 berkapasitas 2x600 MW dan
Sumel 10 berkapasitas 2x600 yang proses tendernta berlangsung hingga dua tahun.
Tidak hanya itu,
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Riau 250 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga
Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 berkapasitas 1.600 MW juga mengalami penundaan jadwal
tender.
Selain itu, PLTG
Scattered 180 MW yang mengalami perpanjangan masa tender tidak ada peserta yang
memasukan dokumen penawaran.
Sekedar informasi, Mega
Proyek 35.000 MW mencakup 109 pembangkit yang terdiri atas 35 proyek yang
dikerjakan PLN dengan kapasitas 10.681 MW dan 74 proyek oleh swasta
(independent power producer /IPP).

