![]() |
| Ratusan Pelajar Deklarasi Anti Tawuran |
TANGERANG, (KB).- Ratusan
pelajar Sekolah menengah Atas dan Sekolah menengah Kejuruan (SMA dan SMK)
se-Kecamatan Teluknaga dan Kosambi, Kabupaten Tangerang, menggelar deklarasi
anti tawuran. Deklarasi yang bertujuan untuk menekan angka tawuran pelajar itu,
berlangsung di Lapangan Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Jum'at
(2/9/2016).
Dalam deklarasi tersebut,
para siswa menyatakan komitmen menjunjung tinggi nama baik sekolah melalui
deklarasi tersebut. "Para pelajar yang mengucapkan deklarasi dan mereka
melakukan penandatanganan kesepakatan bersama di benner yang sudah kita
sediakan," kata Kapolsek Teluknaga, AKP Supriyanto.
Supriyanto mengatakan,
jika sewaktu-waktu oknum siswa dari sekolah-sekolah yang sudah mendeklarasikan
melakukan tindakan tawuran, akan ditindak sesuai dengan Undang-undang uang
berlaku. "Fakta pelajar bersatu ini harus dijunjung tinggi oleh para
siswa, apabila masih ada siswa yang melakukan tawuran akan kita tindak secara
hukum," ujarnya.
Sementara itu Camat
Kosambi Murhadi menyatakan apresiasi atas prakarsa para pelajar tersebut karena
akan mendukung upaya pemantapan situasi di daerah setempat dan menciptakan
suasana belajar yang kondusif di sekolah. "Patut kita apresiasi prakarsa
ini," ucapnya.
Ia pun mengharapkan
deklarasi tersebut bisa menjadi contoh untuk sekolah lainnya di wilayah
Tangerang. Arif (16) salah seorang siswa SMK Teluknaga mengaku, sangat
mendukung deklarasi tersebut. Pasalnya, tawuran saat ini bukan lagi menjadi
sesuatu yang keren, melainkan budaya kekerasan yang sudah harus ditinggalkan.
"Sekarang udah
enggak zaman tawuran, kalau dulu kan enggak tawuran enggak keren, tapi kalau
sekarang tawuran malah norak," kata Arif.
Hal senada dikatakan Rio
(16), siswa SMA Yadika 10 Kosambi ini menilai tawuran bukan lagi melawan
sekolah lain, melainkan melawan kebodohan dan unjuk diri dengan prestasi.
"Sekarang tawuran melawan kebodohan, kalau mau unjuk diri dengan sekolah
lain ya lewat prestasi," katanya.
Sementara itu, Setya
Utami, salah seorang guru di SMA Yadika 10 Kosambi mengatakan, menanamkan
nilai-nilai agama dan moral terus dilakukan dengan tujuan agar para siswa
memahami tidak ada keuntungan yang diraih dari tawuran. Biar siswa sadar bahwa
tawuran hanya merugikan, terutama diri sendiri," jelasnya.

