![]() |
| Indonesian Embassy in Damascus, Syiria.
(kemlu.go.id) |
"Berolah raga tidak
hanya agar sehat, tetapi juga melatih sportivitas. Kalah menang tidak jadi
soal. Yang penting memeriahkan peringatan hari kemerdekaan kita," kata
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kepala Perwakilan RI untuk Republik Arab Suriah
Didi Wahyudi saatmembuka perhelatan Pekan Olah Raga.
Menurut Ketua Pekan Olah
Raga KBRI Damaskus Rudy Syafruddin, serangkaian lomba telah dipersiapkan untuk
memeriahkan peringatan HUT RI ke-70, seperti futsal, bulutangkis, tenis meja,
dan renang. "Untuk futsal diadakan di Uptwon Center, tenis meja di KBRI,
dan renang di Wisma Duta," ungkap Rudy.
Diplomat fungsi
Penerangan Sosial Budaya KBRI Damaskus, AM. Sidqi, mengatakan bahwa peringatan
HUT RI pada tahun ini cenderung lebih tenang dan aman dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya. "Tahun lalu, semua kegiatan peringatan HUT RI dikonsentrasikan
di Wisma Duta karena alasan keamanan.
Sementara tahun ini,
kondisi lebih aman dan tenang. Kita berani mengadakan perlombaan di Kota
Damaskus," ujar dia. Suriah mengalami krisis dan perang berkepanjangan
selama lima tahun terakhir. Para "foreign fighters" dari sekitar 80
negara berdatangan ke Suriah untuk bergabung ke dalam kelompok-kelompok
bersenjata, seperti ISIS, Free Syrian Army, Jabhat al-Nusra, dan sebagainya.
Terkait kondisi keamanan
yang tidak kondusif di Suriah, Pemerintah Indonesia telah merepatriasi lebih
dari 7.000 warga negara Indonesia (WNI) di Suriah kembali ke Tanah Air. Sejauh
ini KBRI di Damaskus masih beroperasi untuk memberikan pendampingan bagi buruh
migran Indonesia yang masih menunggu pemenuhan hak-haknya, dan juga untuk
melakukan pemulangan bagi WNI yang masih tersisa di Suriah dan ingin kembali ke
Indonesia.

