![]() |
| Menteri Agama Lukman
Hakim Saifuddin(Tengah) |
JAKARTA - Menteri Agama
Lukman Hakim Saifuddin didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)
Abdul Djamil bertandang ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Rabu (26/8).
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Mustofa Mubarak tersebut, Menag menyampaikan
terima kasih kepada Pemerintah Saudi yang banyak membantu kelancaran
penyelenggaraan haji di Indonesia. Sebagai salah satu upaya meningkatkan
kualitas penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi mulai
tahun ini menerapkan e-hajj.
Dengan penerapan e-hajj,
kini dokumen jemaah beserta seluruh jenis layanan yang diberikan harus
terintegrasi dalam satu sistem, termasuk layanan visa. Kunjungan Menag Lukman
menemui Duta Besar tersebut juga dimaksudkan sebagai bentuk kordinasi terkait
pengurusan visa bagi jemaah haji reguler dan haji khusus. Kedua pihak berupaya
menuntaskan penyelesaian visa dalam waktu cepat. "Kita bersama-sama dengan
Kedutaan Saudi Arabia berkomitmen akan menyelesaikan permasalahan visa dalam
waktu dekat ini," kata Menag Lukman dalam siaran pers yang diterima Kamis.
Secara khusus, Menag
menyampaikan apresiasi kepada Dubes Saudi beserta jajarannya yang telah bekerja
sampai lembur untuk pengurusan visa jemaah haji Indonesia. Menag Lukman juga
menyampaikan apresiasi atas kesigapan petugas di Bandara Madinah dalam melayani
jemaah haji. Berdasarkan pengamatan petugas haji di Madinah, proses yg dibutuhkan
jemaah haji sejak keluar dari pesawat hingga meninggalkan bandara, terhitung
rata-rata kurang dari 2 jam. Tahun ini, Indonesia akan memberangkatkan 168.800
jemaah haji yang terdiri atas 155.200 jemaah haji reguler dan 13.600 haji
khusus.

