![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA - Anggota Komisi
V DPR-RI Nusyirwan Soejono mengatakan perlunya pemerintah memberikan
kelonggarartan terhadap pelaksanaan APBN 2015 dibidang infrastruktur sampai
dengan April 2016."Selain untuk menjaga kualitas pelaksanaan program
anggaran, perpanjangan waktu penyelesaian anggaran tersebut diharapkan mampu
menjaga momentum penguatan pertumbuhan ekonomi," kata Nusyirwan di
Jakarta, Senin.
Anggota yang berasal dari
komisi yang membidangi infrastruktur tersebut mengatakan pentingnya memberikan
kelonggaran dalam menyelesaikan program kementerian dan lembaga karena masih
lemahnya kondisi ekonomi global dan regional saat ini."Ditambah lagi
seiring pergantian kepemimpinan pemerintahaan lima tahunan ini, juga dibarengi
perubahan nomenklatur beberapa kementerian," kata Nusyirwan yang juga
anggota Badan Anggaran DPR-RI.
Menurut Nusyirwan
beberapa faktor tersebut setidaknya membutuhkan waktu penyesuaian kurang lebih
enam bulan. Demikian pula sebenarnya kondisi tersebut juga terjadi di daerah,
dimana banyak kegiatan di daerah dengan sumber pembiayaan berasal dari APBN
juga belum berjalan normal.Sementara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono dalam kesempatan raker nasional
mengatakan, langkah percepatan
pembangunan infrastruktur PUPR melakukan lelang dini sejak September ini untuk
pelaksanaan APBN 2016."Pada awal 2016, paket pekerjaan pembangunan
infrastruktur sudah dapat ditandatangani dan penyerapan Bulan Januari sudah
bisa mencapai 6,5 persen," ujar dia.
Secara terperinci Menteri
PUPR ini menuturkan, angka tersebut setelah dilakukan lelang dini terhadap 61
proyek jalan dan jembatan di Ditjen Bina Marga senilai 3,7 triiun rupiah, dan
akan dilanjutkan hingga Bulan Desember dengan total jumlah paket sebanyak 7.987
paket senilai 54,9 triliun rupiah."Hal ini merupakan salah satu upaya
untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Menteri Basuki.
Wakil Presiden Jusuf
Kalla saat melakukan kunjungan ke Kementerian PUPR mengatakan, turunnya harga
baja dan aspal sebagai bahan pokok pembangunan infrastruktur turun akibat
merosotnya harga minyak dunia. Ini merupakan peluang untuk membangun
infrastruktur dengan biaya lebih murah, ujar dia."Tahun lalu harga minyak
dunia lebih dari 100 dolar AS, sekarang harganya 50 dolar AS. Ongkos angkut mustinya
juga lebih murah. Biaya sewa alat berat juga diskon karena banyak alat berat
pertambangan yang menganggur," tambah Wapres.

