![]() |
memberikan keterangan kepada awak media. |
TANGSEL - Direktur Gratifikasi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono, secara lugas mengakui
tentang integritas dan kapabilitas Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin
Rachmi Diany. Ia melihat Airin telah punya pengalaman riil dengan lembaga
antirasuah sehingga komitmennya untuk pencegahan tindak pidana korupsi
diapresiasi olehnya.“Bu Airin ini lulusan Harvard (Amerika Serikat) bersama 19 walikota
pilihan lainnya,” terang Giri di Graha Widya Bhakti
Puspiptek, Kecamatan Setu, (28/9/2015).
Giri jelaskan, ke-19 kepala daerah
se-Indonesia yang dikirim ke Harvard Kennedy School of Government, Cambridge,
Ameriksa Serika, merupakan walikota terbaik pilihan Kementerian Dalam
Negeri.Ketika itu Airin terbukti telah mampu mengelola keuangan daerah hingga
mendapatkan opini predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa
Keuangan Wilayah Banten.Para walikota yang mengikuti program pemantapan dan
orientasi selama tiga pekan di Negeri Paman Sam terpilih karena prestasinya.
Fakta itulah yang mendasari lembaga
antirasuah akhirnya merekomendasikan Airin untuk ikut ke Harvard
University.Giri juga kagum ketika pertama kali berjumpa dengan Airin di lokasi
acara yang mengusung tema “Sosialisasi Pencegahan Gratifikasi”
ini.Airin kepada Giri meminta agar jajarannya diberikan ilmu pengetahuan
tentang selah dan bentuk pelanggaran hukum seperti gratifikasi bagi aparatur
Pamong Praja yang mesti dihindari.
“Tolong dong teman-teman (PNS) diberitahukan, lebih baik KPK yang
kemari daripada mereka yang dipanggil ke kantor,” terang
Giri menirukan ucapan Airin.Ungkapan itu, tambahnya, mempertegas bahwa Airin
punya komitmen untuk menghindari dan menghilangkan budaya korupsi yang sudah
kadung mengkristal dalam dunia birokrasi di Tanah Air.Itu menandakan luar
biasa. Dan komitmen ini harus didukung oleh Pegawai Negeri Sipil dan seluruh
aparatur penyelenggara negara,” tambah Giri.

