![]() |
| Gubernur Banten Rano
Karno saat menyerahkan hewan kurban secara simbolis, Kamis (24/9/2015). |
SERANG - Setelah
menunaikan Shalat Idul Adha di Masjid Agung Banten Al-Bantani KP3B Kota Serang,
Gubernur Banten Rano Karno menyerahkan hewan kurban secara simbolis, yakni satu
ekor sapi kepada masyarakat. Selain itu, Rano pun menyerahkan satu ekor sapi jenis
Limosin pemberian dari Presiden Joko Widodo kepada Provinsi Banten, Kamis
(24/9/2015).
"Di Provinsi Banten
ada 30 (ekor) sapi, 15 (ekor) kambing. Bersyukur juga Bapak Presiden menitipkan
kurbannya di Provinsi Banten. Bukan cuma di Banten, semua provinsi juga Beliau
menitipkan (masing-masing) satu ekor," kata Gubernur Banten Rano Karno
yang ditemui usai Shalat Idul Adha di Masjid Agung Banten Al-Bantani KP3B Kota
Serang, Kamis (24/9/2015).
Saat melakukan Shalat
Idul Adha di Masjid Agung BantenAl-Bantani KP3B pagi tadi, Rano Karno
didampingi Sekda Banten dan para kepala SKPD di lingkungan Pemerintahan
Provinsi Banten. Usai melaksanakan shalat, Gubernur beserta jajaran saling
bersalaman dengan jamaah yang hadir sebagai bentuk silaturahim antara
pemerintah dan masyarakatnya.
Dalam kesempatan tersebut
Rano juga mengatakan, bahwa dirinya telah melayangkan permintaan resmi kepada
Presiden Joko Widodo agar Banten dijadikan tuan rumah Deklarasi Hari Santri
Nasional pada 22 Oktober mendatang. "Sebentar lagi kan Muharram (Tahun
Baru Islam), kita juga sudah surati Presiden untuk deklarasikan Hari Santri di
sini (Banten)," terangnya.
Menurut Rano, alasan dirinya meminta agar Banten
dijadikan tempat Deklarasi Hari Santri Nasional, karena pada 2016, Banten akan
menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat
Nasional (Pospenas). "Kenapa kita meminta Hari Santri dideklarasikan di
sini. Karena tahun 2016 kita menjadi penyelenggara Pospenas. Jatuhnya di
Oktober Hari Santri itu, jadi ini pra Pospenas lah. Kita juga sudah menyurati
Menteri Agama," kata Rano. (ADV/Biro Kesra Setda Provinsi Banten)

