![]() |
| Mahasiswa dari Mapalaut
saat upcara peringatan Hari Sumpah Pemuda. |
SERANG - Kecewa dengan
upaya pemadaman kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan yang tak optimal,
Mahasiswa Penjelajah Alam Untirta (Mapalaut) gelar upacara Hari Sumpah Pemuda
dengan mengenakan masker, di lapangan kampus Untirta, Rabu (28/10/2015).
Pengurus UKM Mapalaut
Galih Pratama mengatakan, upacara ini sebagai wujud semangat Hari Sumpah Pemuda
agar Indonesia memiliki pemuda yang lebih berkarakter."Kita sengaja
mengenakan masker dan pengibaran bendera setengah tiang sebagai wujud protes
terkait dengan penanganan kebakaran hutan yang tidak kunjung selesai,"
kata Galih kepada wartawan usai pelaksanaan upacara.
Galih menuntut, agar
Pemerintah menghapus Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup yang di dalamnya terdapat aturan yang
memperbolehkan membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami menuntut
pemerintah untuk menghapus peraturan baik undang-undang ataupun Peraturan
Gubernur agar membuka lahan tidak dengan melakukan pembakaran, karena ini akan
merusak ekosistem dan bencana yang merugikan," katanya.
Mahasiswa lainnya, Yuda
Dwi Taruna mengatakan, selain bentuk rasa kekecewaan, pihaknya melakukan
penggalangan dana bagi korban bencana ssap yang akan disalurkan ke lokasi
bencana."Ini momentum tepat bagi kami sebagai pemuda untuk mengajak
bergotong royong membantu sesama," katanya.
Sumber: Klik di sini!

