![]() |
| Pengangguran di Banten Tembus 489.000 Orang |
SERANG,
(KB).-Pengangguran di negeri ini menjadi persoalan klasik yang tak kunjung
tuntas. Di Banten, berdasarkan data terakhir pada Februari 2015 lalu,
sedikitnya 489.000 warga Banten menganggur. Angka tersebut sangat berpotensi
bertambah menyusul kelulusan sekolah tingkat SMA/SMK/MA."Lulusan SMA, SMK,
MA kemarin sebanyak 147.000, dan 50 persen nya masuk ke dalam angka
pengangguran tersebut," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Disnakertrans) Provinsi Banten, Hudaya
mengatakan, saat Pameran Job Fair, di Halaman Masjid Raya Albantani, KP3B, Rabu
(7/10/2015).
Ia menjelaskan, persoalan
ketenagakerjaan bukan hanya pengangguran saja. Di Provinsi Banten masalah
lainnya terkait ketenagakerjaan yaitu pegawai yang dirumahkan dan terkena
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)."Yang dirumahkan jumlahnya sekitar
8.000-an, sedangkan yang terkena PHK sebanyak 9.000-an bahkan berpotensi sampai
12.000 an," ujar Hudaya.
Dalam upaya menekan angka
pengangguran itu lah, kata Dia, pameran bursa kerja terus diselenggarakan. Ini
adalah salah satu upaya dari pemerintah untuk menanggulangi persoalan
pengangguran tersebut."Harus diakui ini saja memang tidak cukup, karena itu
saya rasa perlu adanya padat karya. Selain itu saya mendorong program-program
pemerintah yang mempunyai potensi untuk di padatkaryakan, misalnya pembangunan
MCK, lebih baik serahkan kepada masyarakat," kata Hudaya.
Terkait pegawai yang
dirumahkan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan perusahaan. Namun,
menurutnya menjadi dilematis karena berkaitan dengan kekuatan perusahaan
tersebut."Nah yang terkena PHK ini yang harus bisa bersaing,"
ucapnya.
Sementara, Gubernur
Banten, Rano Karno, mengatakan, job fair ini merupakan salah satu cara untuk
memudahkan para angkatan kerja yang belum bekerja untuk mendapatkan informasi
tentang lapangan kerja."Mudah-mudahan rekrutmen tenaga kerja yang dikemas
dalam acara ini mampu menjalin hubungan komunikatif yang baik antara perusahaan,
masyarakat khususnya pencari kerja dan pemerintah," kata Rano.
Rano menjelaskan, sektor
ketenagakerjaan merupakan salah satu sektor penting pembangunan ekonomi
khususnya dalam upaya pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. Hal ini
merupakan modal bagi bergeraknya roda perekonomian dan pembangunan"Secara
makro, persoalan ketenagakerjaan saat ini masih dihadapkan pada masalah
pengangguran.
Pengangguran terbuka dari
tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat sejalan dengan keluaran pendidikan
yang terakumulasi karena belum memperoleh pekerjaan," ucapnya.
Ia menjelaskan, sampai
dengan Februari tahun 2015, dari total angkatan kerja 5.697.000 sebanyak
5.208.000 orang telah bekerja dan yang masih mencari pekerjaan atau biasa
disebut pengangguran terbuka masih cukup tinggi yaitu sebesar 489.000
orang."Untuk penyerapan tenaga kerja, dari total pencari kerja terdaftar
di Provinsi Banten sampai dengan September tahun 2015 sebanyak 99.471 orang,
37.215 orang di antaranya berhasil ditempatkan baik melalui mekanisme Antar
Kerja Lokal (ALK), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Antar Negara
(AKN) dan pameran bursa kerja," katanya
Sumber: Klik di sini!

