![]() |
| Dalam aksi unjuk rasa,
para mahasiswa membakar ban di jalan sehingga arus lalu intas ditutup oleh pihak kepolisian |
SERANG - Ratusan
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gampar)
memblokir jalan protokol Ciceri, Kota Serang, Rabu (7/10/2015). Kedatangan
mereka kali ini demi menuntut Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan
mutu pelayanan publik, Abdul Rosyid, salah seorang orator dalam aksi tersebut,
mengatakan, peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan
Tahun 2015 secara nominal dari APBD murni, sangat jauh menunjukkan keberpihakan
pada masyarakat.
"Kalau kita melihat
dari total keseluruhan serapan APBD 2015 hanya sekitar 50 persen saja yang
terserap. Sehingga ini jelas, penggunaan anggaran hanya digunakan untuk
menggerakkan mesin birokrasi, dari pada kepentingan rakyat Banten," kata
Rosyid.
Lebih lanjut, Rosyid menilai
Pemprov Banten sebagai salah satu wilayah tingkat I, hingga hari ini terlihat
tidak mampu menjalankan tugas dan fungsi mereka dengan baik, hal ini
dikarenakan tidak adanya political will baik eksekutif maupun legislatif.
"Kalau kita melihat fungsi legislatif terlihat hanya menjadi 'stempel
karet' dari eksekutif bukan menjadi 'tandem' untuk bersinergi membangun Banten
dari keterpurukan. Kami menuntut pemerintah untuk meningkatkan pelayanan
publik, khususnya kepada masyarakat menengah ke bawah," katanya.
Pantauan di lokasi, para
mahasiswa nampak berorasi persis di tengah jalan protokol Ciceri. Terlihat para
mahasiswa membakar sekitar lima ban bekas sebagai tanda kekecewaan pada Pemprov
Banten. Di lokasi yang sama, akibat aksi bakar ban, para petugas kepolisian
memindahkan arus kendaraan demi menghindari kemacetan yang tertutup oleh
mahasiswa. Aksi mahasiswa tersebut mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian.
Sumber : Klik di sini!

