![]() |
| Ilustrasi |
SERANG, (KB).- Festival
Film Indonesia (FFI) 2015 secara resmi dibuka oleh Gubernur Banten Rano Karno,
di Pendopo Lama Gubernur Banten, Kota Serang, Jumat (30/10/2015). Dalam
pembukaan FFI tersebut ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) anatara
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Panitia Festival Film
Indonesia (FFI) 2015 dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam
mendukung dunia perfilman nasional di Tanah Air.
Dalam sambutannya, Rano
mengatakan, masyarakat Banten menunggu kegiatan FFI ini. Alasannya, masyarakat
Banten tidak lepas dari kebudayaan, termasuk film. “Berbicara sejarah perfilman tokoh senior dalam
dunia perfilman, seorang Bing Selamet ini, ia asal Kota Serang,” katanya.Oleh karena itu, kata Rano, tidak salah
jika Banten menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan FFI ini, “Ke depan di Banten, FFI akan ada program 2000 layar,
dan tahun ini sudah membuka 157 bioskop baru di Banten. Hal itu juga sebagai
dukungan kami terhadap kemajuan dan apa yang kita cita-citakan terhadap dunia
perfilman di Indonesia ini agar lebih baik,” ujarnya.
Sekretaris Jendral
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi, mengatakan
FFI ini akan sukses dilaksanakan di Banten. Alasannya, karena gubernurnya juga
seorang yang pernah terjun di dunia artis. “FFI bagian dari tanggung jawab kami sebagai pemerintah pusat, bagaimana
kedepan film Indonesia menjadi besar dan berkulitas,” katanya.Maka selain dukungan dari pemerintah,
perlu juga peran dari Lembaga Sensor Film (LSF) yang meloloskan film-film
Indonesia yang berkualitas. “LSF juga harus
meloloskan film yang berkualitas,” ujar Didik.
Kedepan film-film kita
agar lebih dicintai lagi oleh para anak bangsa kita sendiri, dan lebih
mempertimbangkan konten yang unsur-unsurnya mengedepankan pendidikan karakter
dan revolusi mental. “Jadi film
kontennya bukan hanya sekedar tontonan, akan tetapi juga sebagai tuntunan,
sehingga film Indonesia dapat menginspirasi,” kata Didik.
Sumber: Klik di sini!

