Menpan: Selangkah Lagi IAIN Jadi UIN

 Yuddy Chrisnandi
SERANG, (KB).-Peralihan status Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (IAIN SMH) Banten menuju Universitas Islam Negeri (UIN) tinggal menunggu Rekomendasi Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenriset Dikti). Setelah rekomendasi itu turun, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tinggal mengeluarkan surat izin perinsip kelembagaan kepada Presiden.

Jadi diperlukan satu tahapan lagi, kata Menteri Pemberdayaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi saat mengunjungi kampus IAIN SMH Banten Rabu (11/11/2015).

Oleh karena itu, ujar dia, pengawasan dan pembinaan perguruan tinggi berada di Kemenriset Dikti. Sehingga standar dan persyaratan kelengkapan perlu dilakukan pengecekan oleh Kemenriset Dikti. Namun, menurutnya sebagai sebuah perguruan tinggi IAIN sudah layak ditingkatkann statusnya menjadi universitasBerdasarkan yang saya lihat dan informasi dari pihak rektorat, IAIN sudah Layak ditingkatkan statusnya menjadi universitas, katanya.

Ia menuturkan, dari aspek historis IAIN SMH Banten merupakan perguruan tinggi paling tua yang didirikan sejak tahun 1962. Bahkan lebih tua dari perguruan tinggi agama yang statusnya sudah meningkat sejak lama. Selain itu dilihat dari sisi geografis IAIN berada di Ibu Kota Provinsi Banten, sekalipun sudah ada UIN Syarif Hidayatullah di Ciputat.Wajar saja bila dalam waktu yang tidak terlalu lama masyarakat Banten akan memiliki Universitas Islam Negeri, ucapnya.

Selain itu Yuddy berpesan agar IAIN SMH Banten, segera membenahi kampusnya, sehingga menjadi sebuah kepantasan jika statusnya telah ditingkatkan. Seiring dengan proses peralihan status, Yuddy berharap IAIN dapat membenahi keasrian, keindahan, kenyamanan dan lain sebagainya, sehingga masyarakat dapat melihat ini menjadi sebuah kepantasan Katanya.

Dalam kunjungannya ke kampus IAIN, Yuddy menyempatkan diri melihat sejumlah lokasi dan fasilitas kampus tersebut, mulai dari gedung fakultas, perpustakaan dan fasilitas lainnya. Ia meminta pihak rektorat IAIN untuk segera menertibkan parkir yang berada di kampus tersebut dan sempat berdialog dengan beberapa mahasiswa.Ini kok parkirnya semerawut sekali, nanti harus segera ditertibkan katanya.

Rektor IAIN SMH Banten Prof.Dr Fauzul Iman mengaku senang atas kunjungan dan persetujuan yang diberikan Kemenpan-RB. Alasannya, permohonan alih status tersebut sudah berlangsung sejak periode rektor sebelumnya. Kami sangat berbahagia atas kunjungan Pak Menteri, ini kan prosesnya sudah sejak lama, dari masa rektor sebelumnya. Kami akan mengikuti apa yang diinstruksikan Pak Menteri, katanya.


Fauzul mengkritik ketidakhadiran Gubernur Banten Rano Karno dalam kunjungan Menpan-Rb tersebut. Menurut dia, sebagai kepala daerah, seharusnya menunjukan perhatiaannya terhadap dunia pendidikan di Banten ini. Bagaimana melihat IAIN di daerah lain seperti di Palu, Jawa Timur sangat tinggi komitmen pendidikan di wilayahnya itu. Dengan Untrita saja kita duluan ada, kita ini kampus tua, jadi jangan main-main. Rano harus tahu itu, tunujkanlah dukungannya itu dengan tindakannya, ujarnya.