![]() |
| Ilustrasi |
SERANG, (KB).- Pertumbuhan
produksi manufaktur industri besar dan sedang (IBS) Banten pada triwulan-III
tahun 2015 naik 2,40 persen dibandingkan triwulan-III tahun 2014.Penyebab
meningkatnya produksi manufaktur IBS tersebut karena naiknya produksi industri
pakaian jadi 31,13 persen, industri makanan 12,37 persen dan industri kayu,
barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari
bambu, rotan dan sejenisnya yang naik sebesar 10,76 persen, kata Kepala Badan
Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi seperti dilansir Antara, Senin
(23/11/2015).
Sedangkan jenis-jenis
industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri barang galian bukan
logam turun 14,65 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik turun
8,51 persen industri kertas dan barang dari kertas turun 3,24 persen.Suhaimi
menjelaskan bahwa sektor industri manufaktur sebagai "the leading ecocomic
sectors" masih mempunyai peran yang sangat penting dalam sebagian proses
pembangunan di Provinsi Banten.
Niai tambah yang
dihasilkan dari industri manufaktur merupakan yang terbesar kontribusinya dari
17 sektor ekonomi. Nilai total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar
harga berlaku Banten pada 2014 sebesar Rp432.763,96 miliar dimana sebesar
Rp148.148,69 miliar (34,23 persen) bersumber dari sektor industri pengolahan.
Pertumbuhan produksi
industri manufaktur besar dan sedang triwulan-III tahun 2015 mengalami
peningkatan 0,43 persen terhadap triwulan-II tahun 2015, triwulan-II tahun 2015
mengalami peningkatan sebesar 1,34 persen terhadap triwulan-I tahun 2015,
triwulan-I tahun 2015 menurun sebesar 1,87 persen terhadap triwulan-IV tahun
2014, dan triwulan-IV tahun 2014 meningkat 2,54 persen terhadap triwulan-III
tahun 2014.
Sumber: Klik di sini!

