![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG, (KB).-Sebanyak
1.500 personel gabungan siap diterjunkan untuk mengamankan proses pencoblosan
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Pilkada serentak
9 Desember pekan depan. Pengamanan dilakukan mulai dari tempat pemungutan
suara, proses penghitungan suara hingga mengawal kotak suara dari TPS ke PPS
hingga ke PPK. "TPS dan proses penghitungan suara berpotensi rawan,
keamanan harus dimaksimalkan," ujar Kapolres Tangsel AKPB Ayi Supardan,
Kamis (3/12/2015).
Ayi mengungkapkan,
sebanyak 941 personel kepolisian akan berjaga di 2.245 TPS. Setiap TPS akan
dijaga 2-4 polisi. Sebanyak 54 perwira polisi juga akan ditempatkan di 54
kelurahan serta 7 perwira ikut mengamankan di 7 kecamatan. Jumlah personel ini,
diklaim Ayi, akan meningkat dengan adanya pasukan pengamanan tambahan BKO dari
Polda Metro Jaya, TNI, dan Satpol PP. "Kami perkirakan 1.500 personel
gabungan akan mengamankan pilkada Tangerang Selatan," ujar Ayi.
Sedangkan pola
pengamanan, Ayi menjelaskan, akan dilakukan dengan cara preventif dan
persuasif. Menurut dia, polisi juga telah mengajak petugas PPK, PPS, dan
panitia pengawas kecamatan untuk sepakat menjaga netralitas dan bekerja dengan
sebaik-baiknya."Karena pemicu utama keributan dalam pilkada biasanya dari
petugas yang tidak netral," kata Ayi. Bahkan, menurutnya petugas PPK dan
PPS telah menandatangani kesepakatan ikrar untuk menjaga netralitas pilkada
serentak nanti.
67 TPS rawan
Sementara itu Panitia
Pengawas Pemilu (Panwas) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki sudut
pandang berbeda dengan pihak kepolisian, terkait tempat pemungutan suara yang
dianggap rawan. Jika Kepolisian Resor Kota Tangerang Selatan menyatakan ada
sepuluh TPS yang rawan, Panwaslu setempat menyatakan ada 67 TPS yang rawan.
"Ini berdasarkan
analisis, pengalaman pilkada, pemilu legislatif, pilpres sebelumnya," ujar
Ketua Panwaslu Kota Tangsel, Muhammad Taufik, Kamis (3/12/2015). Taufik
mengakui Panwaslu dan polisi memiliki sudut pandang berbeda dalam mengukur
potensi kerawanan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara pada pemilihan
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan periode 2016-2021.
"Polisi mengukur
kerawanan dari faktor keamanan," ujarnya. Taufik mengatakan, puluhan TPS
rawan itu tersebar di tujuh kecamatan di Tangerang Selatan. Namun, kata dia,
paling banyak berada di Kecamatan Pondok Aren dan Pamulang. "Kerawanan di
sini lebih pada profesionalitas penyelenggara dan merupakan bagian dari basis
massa pasangan calon," ujarnya.
Menurut Taufik, jumlah
TPS rawan di Kota Tangsel pada pilkada kali ini relatif menurun dibanding
pilkada sebelumnya dengan 173 TPS rawan. Penurunan ini karena sejumlah faktor,
yaitu jumlah pasangan calon yang berkurang serta penyederhanaan dan pengurangan
TPS. "Untuk mengantisipasi, kami telah menekankan pada KPPS agar bekerja
sesuai dengan aturan. Tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun pada pemungutan
dan penghitungan suara," katanya.

