![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG - Pembangunan
rumah kumuh sebanyak 1.000 unit yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, melalui program Gerakan Bersama Rakyat
Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis), ditargetkan rampung
pada akhir Januari 2016 mendatang.Demikian dikemukakan Kepala Seksi Perumahan
dan Fasilitas Umum Bappeda Kabupaten
Tangerang, Erwin Mawandi,Senin (14/12/2015).
Menurut Erwin, proses
pembangunan rumah tak layak huni yang menelan APBD sebesar Rp14 miliar ini,
telah dilaksanakan sejak pertengahan November 2015 lalu.Dan, saat ini progres
pengerjaan tempat tinggal warga tak mampu tersebut, sudah mencapai 60 persen.
"Sampai sekarang
progresnya sudah 60 persen. Target kami, pembangunan rumah kumuh ini akan
rampung pada akhir Januari tahun depan," ungkap Erwin.
Dijelaskannya, rumah tak
layak huni yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tangerang itu, tersebar di 41
kampung pada 10 kecamatan diantaranya, Kecamatan Tigaraksa, Jambe, Sukamulya,
Teluk Naga, Sepatan Timur, Kronjo, Mekar Baru, Gunung Kaler dan Kemeri.
Sedangkan, untuk biaya
pembangunan satu unit rumah, dialokasikan sebesar Rp13 juta Kami berharap,
kegiatan ini berjalan lancar, tak ada hambatan dan tentunya sesuai dengan
harapan warga penerima bantuan," ujarnya.

