Kepala BAPPEDA Banten : Program Yang Telah di Laksanakan Harus di Sesuaikan

 Biro Humas Deden Apriandi,Gubernur Banten Dan
 Kepala BAPPEDA Banten M Yanuar
Ketika Menghadiri Acara di Istana Bogor

SERANG - Kepala Bappeda Banten, M Yanuar menegaskan, program terjadi duplikasi dan sudah dilaksanakan oleh kabupaten akan dilakukan penyesuaian.Kalau sudah dilakukan berarti masuk dalam Silpa. Hal Ini Dijelaskan oleh Kepala Bappeda Program yang sudah ada  di tinggal di sesuaikan sesuaikan saja 1212/15 , Pusat mengerjakan apa, APBD Banten programmnya apa saja, katanya.

Sekedar diketahui, Kegiatan atau pekerjaan tidak dilaksanakan pada APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2015, ada disembilan kegiatan menyebar di enam SKPD sebesar Rp90,451 miliar.dari Rp90,451 miliar menyebar di enam SKPD, pertama, DSDAP sebesar Rp50,32 miliar terdiri dari proyek pembangunan infrastruktur Sport Center tahap II Rp43,42 miliar, Museum di Kawasan Pendopo Rp2,5 miliar, dan Pengadaan tanah PSAB Bendung Karet Cibama Rp4,4 miliar.

Kedua, Dinas Pendidikan yakni kegiatan pemberian bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa kebidanan didaerah tetinggal Rp 900,45 juta.Ketiga, Dinas Kesehatan proyek pemeliharaan sarana dan prasarana dinkes atau pemeliharaan gedung Rp 120 juta, dan pengadaan obat esensial dan perbekalan kesehatan buffer stock provinsi sebesar Rp7,996 miliar.

SKPD ke-empat, RSUD Malingping yakni proyek pengadaan barang dan prasarana (pengadaan bangunan gedung) Rp 517,96 juta, Kelima, Balitbangda adalah proyek pengadaan sarana dan prasaran Rp 500 juta.Dan terakhir, atau SKPD ke-enam, Biro Perlengkapan dan Aset, yaitu untuk pengadaan lahan Polres Serang Rp30 miliar.


Sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik yang juga Wakil Rektor III Unma Banten, Ali Nurdin mengakui, buruknya perencanaan dan koordinasi yang dilakukan oleh pemprov. Tidak hanya itu, dia juga menilai lembaga legislatif tidak mampu bekerja dengan baik dan maksimal, sehingga dana puluhan miliar tidak bisa dilaksanakan. 

Sumber: Klik di sini!