![]() |
Dekorasi ondel-ondel di
TPS 015 RT 004/02,
Jurang Mangu Timur, menarik dilihat.
|
TANGERANG SELATAN - Etnis
Betawi masih sangat melekat pada kultur dan budaya masyarakat yang bermukim di
Kota Tangerang Selatan (Tangsel).Fakta di atas kasat mata terlihat dari hiasan
di sejumlah titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di wilayah pemekaran
Kabupaten Tangerang tersebut.
Warga pun terlihat
kreatif mempersolek lokasi penyoblosan menjadi bangunan bernilai estetika
(keindahan) dan sedap dipandang mata.Sepertinya, dalam pesta demokrasi lima
tahunan ini, mereka ingin sekali menonjolkan warisan leluhur kebanggaannya.
Contohnya seperti di TPS
015, RT 004 RW 02 Kelurahan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren. Warga sekitar yang
tergabung dalam Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) mendekorasi TPS dengan
sentuhan nilai seni etnis Betawi. Patung ondel-ondel ukuran besar bahkan
dipasang gagah dibagian pintu masuk area nyoblos.Pemandangan tak kalah menarik juga
terlihat di TPS 02, Kelurahan Benda Baru, Pamulang.
Lokasi penyoblosan itu
adalah lahan milik Sofyan Saidi (41), yang arsitek bangunannya bergaya
Blandongan, rumah khas Betawi. Baginya, rumah yang telah ada sejak 100 tahun
itu, bakal tetap elok hingga masa mendatang."Godaannya banyak, pengen
punya yang lebih besar dan bagus. Tapi saya akan tetap mengabadikan rumah
ini," terangnya kepada wartawan, Selasa (8/12/2015).
Saidi mengaku, rasa
bangga atas aset properti yang dimilikinya itu semakin terasa seperti momentum
yang terjadi sekarang. Dimana saat semua warga yang punya perbedaan sikap
politik dan pilihan jagoan pasangan calon walikota dan wakil walikota di
Tangsel, tapi bisa tetap bersama.Perbedaan bukan menjadi sekat bagi warga
sekitar. Mereka bisa berkumpul dalam satu lokasi hingga larut ke dalam suasana
kekeluargaan.
Rasa kebersamaan bagi
warga tetap harus terus dijalin pascapesta politik skala lokal bergulir.Atas
dasar itulah, menurutnya, ia rela meminjamkan rumah selebar 100 meter persegi
itu untuk kepentingan bagi acara masyarakat umum. Jika dihitung, sudah tiga
kali rumah Blandongan miliknya dipakai untuk pemungutan suara."Pada
prinsipnya, selagi sangat bermanfaat untuk kepentingan umum jadi enggak
masalah. Saya malah senang ini rumah bisa dinikmati warga sini," ujar
Saidi sambil tersenyum.
Kemarin, sekitar pukul
15.00 WIB, Saidi, RT 02 Matsani dan Ketua KPPS Faqih, mulai merapikan
bangku-bangku, meja untuk panitia dan membuat batas atara pemilih dan
masyarakat umum yang menonton. TPS 02 ini, mencatat hak pilih sebanyak 389
orang dan akan dibuka mulai pukul 07.00 sampai dengan 13.00 WIB.Dibagian depan
terdapat tulisan TPS 02, pintu masuk. Tempat duduk pemilih dan pintu keluar.
Sedangkan blandongan sendiri dilingkari bagian depan atas bendera merah putih.
Suasana cukup sejuk dan
angin semilir terasa sekali.Ketua RT 02, Matsani menyebutkan lingkungannya cukup kondusif maka
dipastikan pemilihan calon walikota dan wakil walikota akan berjalan aman tidak
ada kerusuhan. Meski demikian jelang pencoblosan panitia TPS dan dirinya akan
begadang hingga esok pagi.Entar (kemarin-red) malam red kami akan begadang
ditempat ini bersama rekan-rekan,”
utaranya.Sementara ia menyebut akan menggunakan seragam supaya lebih rapi dan
bagus. Intinya dibuat semenarik mungkin agar lebih enak dipandang mata telebih
lokasi TPS 02 depan jalan yang dilalui banyak pengendara yaki Jalan H Rean Gang
Masjid tak jauh dari lokasi Kelurahan Benda Baru.
Sumber : Klik Disini!

