![]() |
| H Rano Karno |
SERPONG – Dengan dikunjungi oleh perwakilan 14 negara
sahabat dan sejumlah menteri, Gubernur Banten Rano Karno berharap Pemilihan
Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan bisa menjadi percontohan bagi
daerah lain dan negara lain dalam berdemokrasi. “Ini suatu kebanggaan, dari sekian banyak daerah kenapa Tangsel yang
dipilih? Ini pasti ada pertimbangan tertentu, saya harapkan bisa menjadi percontohan,” kata Rano, Rabu (9/12/2015).
Rano Karno menambahkan,
melalui program election visit, Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau kedutaan
negara lain ingin mengambil pelajaran dari proses demokrasi yang berjalan di
Provinsi Banten. “Mereka datang
ke sini tidak hanya untuk melihat, tapi juga untuk sharing informasi, terkait
bagaimana jalannya proses pilkada di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Asep Rahmatullah
mengatakan, pilkada tahun ini merupakan sejarah baru dalam proses demokrasi di
Indonesia, karena penyelenggaraannya dilakukan secara serentak.“Dan bagi Banten ini sejarah besar, karena di tahun
pertama pilkada serentak, Banten menjadi daerah yang dikunjungi oleh negara
asing untuk mempelajari proses pilkada,” katanya.
Terkait kehawatiran
petaruhan nama baik Banten dan Indonesia di mata negara asing, menurut Asep
tidak perlu menghawatirkan hal tersebut. “Saya rasa
tidak perlu hawatir, saya pantau semuanya berjalan lancar. Tadi saya dan Pak
Gubernur pantau juga tidak ada apa-apa, lancar-lancar saja,” ujarnya.Untuk diketahui, hari ini ada 14 negara
yang datang ke Tangsel untuk melihat proses Pilkada, ke 14 negara yang datang
ke Tangsel diantaranya, Palestina, Tunisia, Thailand, Srilangka, Vietnam, Iran,
Australia, Laos, Korea, Malaysia, dan Maroko.
Sumber: Klik di sini!

