Banten Berharap Miliki Divre Bulog Tersendiri

 Ilustrasi
SERANG - Pemerntah Provinsi Banten berharap segera memiliki Divisi Regional (Divre) Bulog tersendiri dalam upaya memudahkan kordinasi terkait penyaluran dan penyediaan beras, mengingat Banten saat ini masih bergabung dengan Divre Bulog DKI Jakarta."Kami berharap Perum Bulog segera membentuk Bulog Divre Banten, karena potensi di Banten lebih besar," kata Gubernur Banten Rano  Karno usai pelepasan bantuan raskin untuk kabupaten/kota di pendopo gubernur di Serang, Selasa.

Rano mengatakan, Pemprov Banten sudah menegaskan bahwa pemisahan bulog dari divre DKI Jakarta-Banten, dinilai penting mengingat kebutuhan dan potensi di Banten jauh lebih besar dari DKI Jakarta, jika melihat dari potensi sawah. Selain itu Pemprov Banten dengan bulog juga bisa lebih fokus dalam melakukan kordinasi berkaitan dengan kepentingan urusan logistik terutama pengadaan beras untuk raskin dan penampung hasil pertanian di Banten.

"Kami sudah mengusulkan ke Bulog supaya Banten tersendiri. Ini akan lebih fokus dan rentang kendali yang lebih dekat," katanya.

Ia mengatakan, hal serupa juga seperti PT PLN sudah tidak lagi digabung dengan daerah lainnya, karena PLN Banten sudah  tersendiri."Kemarin PLN juga beraudiensi dengan kita dan sekarang sudah tersendiri untuk Banten. Ini artinya lebih fokus kita," kata Rano Karno.Sementara itu Kepala Perum Bulog Divre DKI-Banten Agus Dwi Indirato mengatakan, pemisahanan bulog divre Banten dari DKI Jakarta sangat dimungkinkan mengingat potensi di Banten sangat besar.

Hal tersebut menjadi pertimbangan pusat mengingat potensi wilayah, potensi pengadaan dan potensi penyaluran raskin menjadi pertimbangan di kantor pusat."Sangat dimungkinkan untuk dipisahkan. Sekarang ini kan sedang ada restukturisasi di kantor pusat, mungkin nanti secara bertahap baru ke divre," kata Agus.

Menurutnya, kepentingan jika dipisahkan divre Banten dan DKI Jakarta diantaranya berkaitan dengan rentang kendali untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat."Memang selama ini dari 34 provinsi, kita tidak masing-masing provinsi menjadi divre. Selama ini masih ada beberapa provinsi yang gabung termasuk DKI dengan Banten, karena hanya ada 26 divre se-Indonesia," kata Agus.


Sementara terkait pengawasan kualitas raskin di daerah, pihaknya menjamin kualitas raskin untuk ukuran medium lebih baik lagi dan siap mengganti beras yang berkualitas jelek jika ada keluhan atau pengaduan dari masyarakat."Sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah yang dimilki, jadi kualitas raskin ini adalah ukuran medium dengan harga yang ditentukan pemerintah Rp1600 per kilogram. Pengawasan kita sampai pada titik distribusi," kata Agus.

Sumber: Klik di sini!