ICMI Berharap Pemda Bisa Bekerjasma

 Ilustrasi
LEBAK (KB).-Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak siap membantu pemikiran pembangunan daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya itu, organisasi cendekiawan muslim di Indonesia itu berharap pemerintah daerah bisa melakukan kerja sama untuk mengupas masalah pembangunan.

Seperti sektor kesehatan, pendidikan, kemiskinan, pengangguran, perbankan, pemberdayaan ekonomi dan lainnya. Kerja sama ini, tentu berdampak positif untuk kemajuan Kabupaten Lebak, karena para anggota ICMI itu dari berbagai profesi, diantaranya peneliti, akademisi, ulama, jurnalis, pengasuh pondok pesantren dan lainya,"kata Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Lebak Ahkmad Kusaeni , saat menggelar Silatuhrahmi di Pondok Pesantren Zamzam Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Sabtu (2/1/2016).

Dia mengatakan, pihaknya siap menyumbangkan pemikiran untuk dijadikan kebijakan pemerintah daerah yang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat."Pemikiran kami sebagai mitra pemerintah daerah dapat mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat ," ujarnya. Dalam silatuhrahmi tersebut, hadir ICMI Provinsi Banten Agus Nizar Vidiansyah dan Ketua ICMI Kabupaten Lebak Usep Mujani serta para pengelola pondok pesantren juga kalangan mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, ICMI Kabupaten Lebak berkomitmen ingin membantu pemikiran untuk pembangunan umat. "Kami siapa pun yang terpilih dan dilantik pengurus ICMI nanti harus menjadikan dirinya bermanfaat untuk masyarakat juga birokrasi pemerintah setempat," katanya. Menurut dia, dapur pemikiran tersebut bisa duduk bersama-sama dengan pemerintah daerah dan tidak menjadikan ancaman.

ICMI, kata dia, siap bahu membahu untuk menggalakan berbagai program pembangunan untuk kesejahterahkan masyarakat banyak. Apalagi, saat ini Kabupaten Lebak masuk daerah tertinggal di tanah air, sehingga diperlukan pemikiran-pemikiran yang bersipat konstruktif dan membangun. "Kami yakin ke depan Lebak terbebas dari ketertinggalannya dan bisa sejajar dengan daerah lainya di Provinsi Banten," katanya menjelaskan.

Pada bagian lain, ICMI sangat mendukung pembangunan Gedung Museum Multatuli seluas 2.200 meter persegi di Kota Rangkasbitung. Pembangunan rumah "Max Havelaar" seorang Asisten Residen Lebak 1850 yang mengangkat nasib buruk rakyat yang dijajah Belanda tersebut bisa dikenang sebagai sejarah masyarakat Lebak. Penindasan terjadi kaum bumi putra di daerah Kabupaten Lebak, mereka diperas oleh para mandor, para demang, dan para bupati.

Mereka keluarga para kuli tinggal di desa-desa sekitar perkebunan secara melarat dan ditindas dengan diperlakukan kurang adil oleh para petugas pemerintah setempat. "Kami berharap pembangunan sejarah itu dilengkapi dokumen tentang Multatuli juga benda peralatan tempo dulu juga dapat meluruskan tentang Max Havelaar, ucapnya.

Ketua ICMI Kabupaten Lebak Usep Mujani mengatakan pihaknya mendukung setiap kebijakan pemerintah daerah pro rakyat dengan memprogramkan Lebak Sejahtera, Lebak Cerdas dan Lebak Sehat. Dia berharap, program unggulan tersebut bisa terealisasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


Saat ini, ICMI bisa memberikan rekomendasi untuk membuat program-program pembangunan kepada pemerintah daerah."Kami berharap program kebijakan pemerintah daerah itu dapat terealisasi dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Sumber: Klik di sini!