![]() |
| Gubernur Banten Rano
Karno |
SERANG – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemerintah
Provinsi Banten pada Tahun Anggaran 2015 mencapai Rp878 miliar. Hal tersebut
diungkapkan langsung oleh Gubernur Banten Rano Karno saat menyerahkan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Banten di
pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) sore
tadi, Selasa (5/1/2016).
Dalam sambutannya,
Gubernur Banten Rano Karno mengungkapkan, SILPA tersebut lebih kecil
dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaannya pun sangat signifikan, di mana di
atas 12 persen perbedaan dengan serapan tahun sebelumnya.“Saya mengakpresiasi kinerja Sekda dan SKPD dalam
melakukan penyerapan anggaran. Jika tahun 2014 penyerapan hanya 78 persen,
tahun ini penyerapan mencapai 90 persen. Ini perlu diapresiasi,” papar Rano dalam sambutannya,” Selasa (5/1/2016).
Rano melanjutkan, tahun
2016 penyerapan jangan sampai di bawah penyerapan tahun 2015, menurutnya, pada
tahun 2016 ini penyerapan harus lebih besar. “Ini harus ditingkatkan lagi, seluruh jajaran pemerintah harus lebih serius
dalam melaksanakan program guna menyukseskan penyerapan anggaran,” ujarnya.
Sementara itu, Biro
Ekbang Provinsi Banten, Kusmayadi mengatakan, SILPA paling besar disumbangkan
dari dana penyertaan modal kepada PT Banten Global Development (BGD) untuk
pembentukan Bank Banten, hibah barang dan program yang dilelangkan.
“Dana
penyertaan modal saja kan mencapai Rp250 miliar. Sedangkah hibah saya lupa
jumlah pastinya, tapi penyebabnya adalah keluarnya Undang-undang No 23 yang
memaksa pemprov untuk menghentikan hibah, karena diundang-undang itu hibah
tidak boleh diberikan kepada perorangan, jadi kita cut,” kata Rano.
Senada dengan Rano,
menurut Kusmayadi, kendati SILPA masih mencapai ratusan miliar, namun lebih
baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini sangat
jauh loh, tahun 2014, SILPA-nya aja mencapai Rp1,9 triliun, serapannya hanya 78
persen. Sekarang sampai 90 persen,” ucap dia.
Sumber: Klik di sini!

