Banten Minta Pengembang Dukung Infrastruktur Kawasan Industri

Ilustrasi
SERANG - Pemerintah Provinsi Banten meminta Pengembang Kawasan Industri di Banten mendukung ketersediaan infrastruktur jalan menuju kawasan industri, dalam upaya menunjang masuknya investasi ke provinsi paling barat di Pulau Jawa.Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Banten Babar Suharso di Serang, Minggu.

Mengatakan dalam upaya mendukung kelancaran investasi di Banten, terutama berkaitan dengan kawasan industri izin investasi langsung konstruksi, pengembang kawasan industri diharapkan memberikan kontribusi terhadap infrastruktur jalan menuju kawasan industri tersebut."Jadi tidak semua fasilitas harus dari pemerintah, si pengembang kawasan industri juga harus memberikan kontribusinya," ucap Babar Suharso.

Ia mengatakan, terkait ketersediaan infrastruktur menuju kawasan industri dan izin investasi langsung konstruksi tersebut, ada dua hal yang disiapkan Pemprov Banten yakni pertama berkaitan dengan deregulasi, terutama beterkaitan dengan izin IMB, izin ingkungan di dalam kawasan. Hal tersebut sudah dirumuskan oleh Kementerian PU dan Perumahan Rakyat dan juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain itu, kata Babar, juga untuk infrastruktur di luar kawasan, yakni ada tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kemudian pemerintah pusat, karena banyak juga kawasan industri yang berada di sekitar jalan nasional."Kita juga ada upaya supaya pengembang kawasan industri ada kontribusi untuk infrastruktur, seperti di kawasan Wilmar Bojonegara ada wacana membuat akses sendiri, dari jalan eksit tol Cilegon Timur ke kawasan," paparnya.

Sehingga nantinya, di Kawasan Wilmar yang merupakan salah satu kawasan industri yang ditetapkan sebagai kawasan investasi langsung konstruksi di Banten, memiliki akses jalan sendiri dari tol menuju kawasan.Menurut dia, dari 12 kawasan industri izin investasi langsung konstruksi secara nasional, ada tiga kawasan indusrti di Banten yang juga menjadi bagian dari program BKPM tersebut, yakni Kawasan Indusrti Cikande di Kabupaten Serang, Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC) dan Kawasan Industri Wilmar di Bojonegara Kabupaten Serang.


"Kalau ketersediaan energi listrik dan gas, kita mempunyai keunggulan. Kita sudah siap," ucap Babar.Selain itu, yang harus dipersiapkan yakni tenaga kerja ahli, karena program tersebut untuk industri yang minimal serapan tenaga kerjanya di atas 1.000 orang."Kalau tidak salah tahun ini ada sekitar Rp230 triliun untuk investasi PMA secara nasional dalam program invetasi langsung konstruksi itu. Termasuk yang tiga di Banten," ujarnya.  

Sumber: Klik di sini!