KS Lakukan Upaya Penghematan

 Direksi PT Krakatau Steel Tbk (Persero) menjelaskan kinerja perusahaan tahun 2016 dan prospek ke depan. Ki-Ka: Direktur Keuangan, Anggiasari Hindratmo; Direktur Utama, Sukandar; Komisaris Utama, Achmad Sofjan Ruky; Direktur SDM dan Pengembangan Usaha Imam Purwanto,
JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan serangkaian upaya penghematan untuk memperbaiki kinerja tahun 2006 sebagai akibat masih tingginya harga gas serta ditambah lagi dengan masih belum pulihnya harga baja dunia."Harga baja yang dikenakan kepada kita masih 7,3 dolar AS per mmbtu dari PLN dan PGN, padahal harga di pasar internasional sudah 3 juta dolar AS per mmbtu, serta di ASEAN rata-rata di bawah 5 juta dolar AS per mmbtu. Kami berharap ada penyesuaian agar bisa kompetitif," kata Direktur Utama PT Krakatau Steel, Sukandar di Jakarta, Kamis.

Sukandar mengatakan untuk meningkatkan daya saing perseroan akan mempercepat penyelesaian pembangunan pabrik blast furnance yang saat ini sudah mencapai 93 persen serta diharapkan dapat beroperasi pada akhir 2016. Dengan beroperasinya pabrik ini biaya produksi slab dapat ditekan 60 dolar AS per ton dan penggunaan energi listrik dapat dihemat 100 megawatt per hari sepanjang tahun.

KS juga membangun Coal Fired Boiler 2x80 MW yang ditargetkan dapat rampung tahun 2019 sehingga penggunaan listrik dapat ditekan dibawah Rp900 per kwH. Sukandar menjelaskan upaya penghematan yang dilakukan baru akan dirasakan hasilnya pada tahun 2017 dengan target adanya kenaikan produktivitas per tenaga kerja sebanyak tiga kali lipat setelah pabrik-pabrik tersebut dirampungkan.

Direktur Keuangan KS Anggiasari Hindratmo optimistis dengan membaiknya harga baja ditambah sinergi dengan sejumlah BUMN karya untuk menggunakan produk KS maka penjualan tahun 2016 dapat meningkat 20 persen, sedangkan dari sisi operasional dapat dilakukan penghematan 2 juta dolar AS.

Anggiasari juga menyampaikan belanja modal yang disiapkan sesuai RKAP 2016 sekitar 40 juta dolar AS selain untuk penyelesaian parik blast furnance, juga untuk pembangunan sejumlah pabrik yang saat ini juga tengah tahap konstruksi.Pabrik yang tengah tahap konstrusi meliputi hot strip mill II untuk produksi HRC, pabrik push pull picking line untuk memproduksi hot rolled picked oil dan cold rolled coil, pabrik PT Krakatau Nippon Steel Sumikin memproduksi baja galvanis bagi industri otomotif nasional berkapasitas 500.000 ton per tahun, dan pabrik PT Krakatau Osaka Steel memproduksi baja tulangan dan profil untuk konstruksi berkapasitas 500.000 ton per tahun.

Sukandar menambahkan dalam upaya meningkatkan likuditas tahun 2016 perseroan telah menjalin kerja sama dengan PT Pelindo II untuk mengoptimalisasikan lahan seluas 68 hektar, melalui sinergi tersebut KS mendapatkan dana 250 juta dolar AS. Lebih jauh Komisaris Utama KS, Achmad Sofjan Ruky mengatakan bersamaan dengan kerja Pelindo II juga dilakukan pembelian lahan seluas 250 hektar untuk pengembangan Krakatau Industrial Estat Cilegon, rencananya pengembangan akan diteruskan sampai dua kali lipat.

Kemudian dalam rangka meningkatkan penjualan kerja sama tidak hanya dengan BUMN Karya tetapi juga dengan BUMn yang bergerak dibidang industri semen, perkapal, dan manufaktur, disamping itu KS juga melakukan long term supply agreement untuk menjamin volume penjualan kepada sejummlah mitra seperti PT Sunrise, PT Fumira, PT NS Blue Scope Indonesia.


Sukandar mengatakan kondisi yang belum membaik juga dirasakan anak usaha terafiliasi seperti PT Krakatau Posco akibat belum membaiknya pasar baja dunia membuatnya mengalami kerugian. Kerugian ini juga mengimbas 30 persen kinerja KS."Ini menggambarkan industri yang berteknologi tinggi yang tidak mengandalkan gas dan efisien menggunakan listrik seperti Krakatau Posco masih mengalami kerugian akibat kondisi ekonomi dunia yang belum mendukung," kata Sukandar.Sukandar mengatakan ke depan KS akan terus melakukan modernisasi mesin pabrik agar lebih efektif dan efisien lagi, sehingga disaat ekonomi dunia membaik kinerja KS dapat ditingkatkan lebih baik lagi. ***3***

Sumber: Klik di sini!