![]() |
| Ilustrasi |
SERANG – Empat kawasan tertib lalu lintas (KTL) di wilayah
hukum Polda Banten menjadi sasaran Operasi Simpatik Kalimaya 2016. Soalnya,
manfaat KTL diakui masih belum optimal dirasakan masyarakat.“Optimalisasi penerapan KTL guna menciptakan lokasi
penggalan jalan yang tertib,” jelas
Wakapolda Banten Komisaris Besar (Kombes) Lilik Heri Setiadi membacakan amanat
Kepala Korps Lantas Inspektur Jenderal (Irjen) Condro Kirono saat Apel Gelar
Pasukan Operasi Simpatik Kalimaya 2016 di Mapolda Banten, Selasa (1/3/2016)
seperti dilansir Harian Radar Banten.
Empat KTL tersebut yakni,
sepanjang jalan mulai Pool Arimbi sampai Pendopo Gubernur Banten lama di Kota
Serang, mulai simpang PCI sampai gedung ADB Krakatau Steel (KS) di Kota
Cilegon, mulai daerah Cipasung sampai daerah Cipacung di Kabupaten Pandeglang,
dan mulai Jembatan Multatuli sampai Alun-alun Rangkasbitung di Kabupaten Lebak.
“KTL sebagai
wujud disiplin dan menaati dalam berlalu lintas di lapangan melalui penetapan
kawasan, koridor, penggal jalan tertentu sebagai percontohan tertib lalu
lintas,” kata Lilik.
Operasi simpatik ini akan
dilaksanakan selama 21 hari, mulai 1 Maret hingga 21 Maret 2016. Polda Banten
dan jajaran akan menerjunkan 300 anggotanya. Perinciannya, Polda Banten
sebanyak 115 personel, Polres Serang dan Porles Cilegon masing-masing 50
personel, Polres Lebak 45 personel, dan Polres Pandeglang 40 personel.
Ratusan personel Polantas
itu dibagi ke dalam lima satuan tugas (satgas). Di antaranya, Satgas Deteksi
Dini, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Penegakan Hukum, dan Satgas
Bantuan Operasi. “Operasi ini,
kami kedepankan manajemen rekayasa lalu lintas,” tambah Kabag Pembinaan dan Operasional (Binops) Ditlantas Polda Banten
Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suladi usai apel.
Dia menjelaskan, saat
Operasi Simpatik Kalimaya 2016 digelar, 80 persen polisi yang ditugaskan akan
melakukan tindakan preemtif dan preventif. Sisanya, polisi mengambil tindakan
represif.“Penindakan memang ada, 20
persen. Intinya, mencegah dan mengingatkan agar tidak terjadi kecelakaan yang
berakibat fatal,” jelas Suladi.
Sumber: Klik di sini!

