Warga Mancak Demo Pemkab Serang

 Warga Mancak Demo Pemkab Serang
SERANG, (KB) .-Sejumlah masyarakat Desa Sigedong Kecamatan Mancak dan tokoh pemuda menggelar aksi demo di halaman pendopo Kabupaten Serang, Senin (7/3/2016). Mereka menuntut hak atas lahan pertanian yang rusak dan hancur yang diakibatkan oleh penambangan galian C. Seorang warga, Khoirudin (45) dalam orasinya mengatakan, lahan didaerah Sigedong merupakan lahan untuk pertanian dan perkebunan, namun saat ini sudah tidak bisa lagi bertani.

Masyarakat yang sudah menanam kacang dan berkebun selama bertahun-tahun kini hanya bisa pasrah dengan keadaan lingkungan yang rusak oleh aktifitas galian C, katanya.

Bahkan lebih dari itu, lanjut Khoirudin, anak-anak setiap detik selalu mendapat ancaman dari tebing-tebing yang tinggi tanpa pagar pembatas dimana mereka bermain. Hewan peliharaan seperti kambing, sapi juga tidak mau minum di aliran sungai karena sudah tercemar, dan warga merasa teraniaya oleh oknum pemilik galian tersebut.

Anak-anak yang seharusnya bisa bermain dengan tanpa beban, kini seolah-olah menjadi intaian maut, mengingat sewaktu-waktu terjadi longsor, mengingat banyak sekali kubangan baik besar maupun kecil disekitarnya. Kami menutut agar lahan tersebut bisa dikembalikan dan difungsikan seperti semula,tuturnya.

Tokoh pemuda yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Perbatasan (Perkat) Gofar menyatakan, asal muasal penambangan galian C yang meluas mulai dari Kota Cilegon sampai ke Kabupaten Serang sudah merusak lingkungan.

Kami tidak habis pikir dengan penambangan ini, mengingat asal mula di Kota Cilegon kemudian merambah ke Kabupaten Serang. Padahal mereka diduga tidak melakukan perijinan, karena ketika kami menanyakan data di Kota,Kabupaten dan provinsi yakni Distamben, tidak diberikan data dan tidak ada sama sekali. Kami berharap pemerintah bisa datang dan menutup lokasi galian tersebut,tuturnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Rumah Hijau Supriyadi yang konsen terhadap lingkungan mengatakan, beberapa tokoh masyarakat, pemuda dan lembaga swadaya akan menginap didepan kantor pemerintah Gubernur.

Kami melakukan longmarch dari JLS Cilegon ke kantor Gubernur dan akan menginap disana sebagai bentuk aksi keseriusan kami.Selain itu kami akan mogok makan dan meminta agar pemerintah provinsi dimana kewenangan perijinan galian C untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku kejahatan lingkungan yang dilakukan oknum penambang di Kota Cilegon khususnya daerah Sondol dan Cigedong, tegasnya.

Sementara itu, Asda I Pemkab Serang Agus Erwana yang menemui para pendemo mengatakan, prihatin atas laporan dari masyarakat dan pemuda mengenai kondisi lingkungan di daerah Cigodang, Mancak. Dan hal ini menjadi masukkan yang sangat berharga bagi Pemkab serang.

Atas nama pemerintahan Kabupaten Serang, kami akan menindak lanjuti laporan dari saudara-saudara. Walaupun kewenangan perizinan di provinsi, namun aktifitas galian tersebut berada di daerah kami dan berdampak pada masyarakat kami,tuturnya.

Walaupun sudah berijin, lanjut Agus akan dievaluasi apabila benar-benar telah merusak lingkungan, dan harus berbanding lurus apa yang dilakukan dan komitmen dari ijin penambang tersebut. Apalagi ada laoran mengenai tanah wakaf, pengerukan yang tidak seimbang, kami akan segera bertindak.


Pada saatnya nanti,dinas terkait akan datang kesana supaya bisa ditindak lanjuti, kami akan bahas dirakor dengan Muspida,karena persoalan lingkungan juga bukan di mancak saja, akan tetapi di wilayah kecamatan Baros,ungkapnya.

Sumber: Klik di sini!