![]() |
TANGSEL - Pelaksanaan
hari pertama Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2015-2016 di Provinsi Banten
dipantau langsung oleh Gubernur Banten Rano Karno. Senin (4/04). Kali ini,
Gubernur memantau pelaksanaan UN Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 4 Tangerang
Selatan (Tangsel) di Kecamatan Serpong dan SMAN 7 Tangsel di Kecamatan Serpong
Utara.
Gubernur didampingi
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten
dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Tangsel. Gubernur Banten Rano Karno
mengatakan, pelaksanaan UNBK yang kedua kalinya diterapkan di Provinsi Banten
khususnya di Kota Tangsel tidak ada kendala. Baik dari sarana dan prasarana
serta pendistribusian soal ke seluruh wilayah.
“Ini tahun
kedua ujian menggunakan komputer, artinya kita sudah siap. Dengan sistem ini (UNBK) suatu saat semua
akan menggunakannya. Jadi memang ini transisi dari paper yang akan berganti
pada sistem computer,” kata
Gubernur.
Gubernur berharap,
seluruh peserta UN di Provinsi Banten dari semua tingkatan bisa lulus 100
persen. “Saya melihat dengan tidak
dijadikannya UN sebagai hasil akhir,membuat tingkat depresi anak tidak terlalu
berat. Artinya jika nilai UN jelek masih bisa melihat nilai lainya. Kita
berharap lulus 100 persen,” harapnya.
Berdasarkan Data di Dinas
Pendidikan Provinsi Banten, jumlah peserta UN tingkat SMA 49.234 siswa dan SMK
64.668 siswa. Sementara peserta UN di Madrasah Aliyah mencapai 17.107
siswa. Sementara sekolah yang
melaksanakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di Provinsi Banten
berjumlah 128 sekolah, dengan rincian tingkat SMA sebanyak 38 sekolah dan SMK
65 sekolah.
Untuk Kota Serang
sebanyak 5 sekolah, Kota Tangerang 8 sekolah, Kota Tangsel 31 sekolah, Kab
Tangerang 23 sekolah, Kota Cilegon 4 sekolah, Kab Lebak 8 sekolah, Kab Serang
10 sekolah dan Kab Pandeglang 14 sekolah. Sementara Wali Kota Tangsel, Airin
Rachmi Diany memaparkan, peserta UN di Tangsel meningkat cukup signifikan.
Pasalnya, tahun lalu hanya ada tiga sekolah yang menerapkan ujian nasional
berbasis komputer tersebut.
"Kami Pemkot Tangsel
mendorong untuk meningkatkan jumlah sekolah yang menggelar. Tahun lalu hanya
tiga sekolah, sekarang ada 27 sekolah," tuturnya.
Airin berpendapat, UNBK
jauh memberikan banyak nilai positif ketimbang ujian konvensional dengan
kertas. Selain lebih efektif, tindak kecurangan juga bisa diminimalisasi dan
lebih praktis. "Proses ujian sangat penting. Sarana dan prasarana harus
mendukung. UN ini berpengaruh terhadap mutu pendidikan anak-anak kita,"
paparnya.
Ke depan, dia berharap
lebih banyak lagi sekolah yang menerapkan UNBK. Di samping itu, saat ini UN
tidak sebagai syarat kelulusan sehingga hasilnya bisa digunakan untuk
mengevaluasi mutu pendidikan, khususnya di Tangsel. "Harapan saya proses
UN anak-anak SMA, SMK atau Madrasah Aliyah berjalan dengan lancar. Anak-anak
dalam kondisi fit dan sarana prasarana mendukung," tandasnya.

