Kampung Sehat Kota Tangerang

 Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah
TANGERANG - Tangerang sehat dan nyaman."Kampung sehat adalah mitra pemerintah dan dibentuk dari kepdulian masyarakat terhadap lingkungannya. Maka itu, perlu adanya kerjasama semua pihak untuk mempercepat pembangunan di kota tangerang secara fisik maupun SDM," katanya.

Walikota menambahkan, pertumbuhan penduduk di Kota Tangerang berdampak juga pada permintaan hunian karena fasilitas infrastruktur dan transportasi yang memadai. Pihaknya mengajak pengembang untuk menciptakan pemukiman yang berkonsep lingkungan dengan sarana seperti penghijauan, saluran air dan fasilitas publik misalnya taman.

Begitu pula dengan apartemen dan hotel yang harus juga bisa melibatkan warga sekitar untuk bekerja dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Jangan sampai, sampah atau limbah yang dihasilkan menjadi masalah baru.Dua lokasi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang saat ini ada pun terus dilakukan penataan dengan penghijauan dan pembuatan taman bagi keluarga sehingga menjadi lokasi rekreasi.

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti Keluarga mengikuti Program KB, Ibu hamil memeriksakan kehamilannya sesuai standar, Balita mendapatkan Imunisasi lengkap, Remaja mendapat TTD (tablet tambah darah) jadi program utama.Tak hanya itu saja, Pemkot Tangerang pun melakukan pembangunan rumah sehat dalam program bedah rumah terhadap 5.000 rumah warga.

Termasuk juga membangun 4.000 jamban sehat bagi warga. Sebab, jamban yang bersih dapat mencegah timbulnya penyakit dan mencegah pecemaran air yang ada di sekitarnya.Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Rostiwie mengatakan, Kampung Sehat adalah yang masyarakatnya mempunyai sifat gotong royong dan keswadayaan masyarakat dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan, termasuk pemberdayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi mewujudkan kemandirian keluarga sehat yang berkualitas.

Kampung sehat berbasis PHBS adalah Kampung yang penduduknya memiliki sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan termasuk bencana secara mandiri dalam rangka mewujudkan kampung Sehat.Lalu, penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan setiap hari melalui Puskesmas dan atau sarana kesehatan lainnya yang ada diwilayah tersebut.

Kemudian, Penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan dam penanggulangan bencana serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Dasar penetapan Kampung sehat berbasis PHBS adalah kampung atau RW di lingkungan itu memiliki posyandu dan mendapat dukungan tokoh formal maupun informal.

Kampung sehat harus memenuhi unsur sebagai berikut Keluarga mengikuti Program KB, Ibu hamil memeriksakan kehamilannya sesuai standar, Balita mendapatkan Imunisasi lengkap, Remaja mendapat TTD (tablet tambah darah), Pemberian ASI Ekslusif bayi 0-6 bulan, Pemantauan Pertumbuhan Balita, Stimulasi Dini Perkembangan Balita.Penderita TBC berobat teratur dan lengkap, Penderita Hipertensi berobat teratur, Penderita Diabetes melitus berobat teratur, Tidak ada anggota keluarga yang berusia sampai 15 tahun dengan obesitas, Tidak ada anggota keluarga yang merokok,


Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN, Mempunyai Sarana Air bersih, Menggunakan jamban keluarga, Mempunyai SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah), Tersedia tempat sampah yang memenuhi syarat, Tersedianya Pencahayaan yang cukup, Kegiatan minggu bersih berupa 3M plus dan pembersihan halaman, Kegiatan minggu Sehat olahraga tiap minggu satu kali."Tujuan dari kampung sehat adalah menciptakan masyarakat mandiri untuk hidup sehat melalui kampung sehat yang berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat," ujarnya.

Sumber: Klik di sini!