![]() |
| KPK Bekali 1.000 Guru Nilai Antikorupsi |
Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) menyelenggarakan Workshop “Guru
Antikorupsi, Penggerak Perubahan” bagi 1.000
guru PAUD di Kota Surabaya pada Senin-Selasa (28-29/3) di Surabaya Convention
Hall, Jalan Arief Rachman Hakim No. 131-133, Jawa Timur.Seminar yang dihadiri
oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
ini, merupakan bagian dari tindak lanjut dari kegiatan Gerakan Saya Perempuan
Anti Korupsi (SPAK), yang telah memberikan 1.000 permainan Sembilan Nilai
Antikorupsi (SEMAI) kepada 1.000 PAUD di Kota Surabaya pada Juli 2015 lalu.
Dalam workshop tersebut,
para guru juga akan dibekali pengetahuan oleh pakar hukum pidana Gandjar
Laksmana Bonaprapta, seputar delik-delik korupsi dan beragam modusnya serta
konsekuensi hukumnya. Sehingga KPK berharap, melalui seminar ini, para peserta
bisa menghindari korupsi serta mendorong perubahan dengan mengoptimalkan
perannya sebagai guru, dan ibu di rumah masing-masing.“Sebagai guru, ia menginspirasi para murid,
orangtua murid dan sesama guru lainnya. Di rumah, ia mendidik anak-anak dan
memberi pengaruh positif bagi suami,” kata Wakil
Ketua KPK Basaria.
Menurut Basaria, itu
sebabnya gerakan SPAK menyasar kaum perempuan yang dipandang memiliki peran
strategis di rumah dan masyarakat. Kesadaran itu, katanya, tak hanya melalui
kegiatan workshop dan sosialisasi, melainkan juga bisa dilakukan dengan hal
sederhana dan menyenangkan dengan tetap mengedepankan pesan moral yang kuat,
berupa permainan SEMAI. Dari sini, anak-anak diharapkan akan memahami pesan
moral dengan mudah, sehngga tumbuh menjadi pribadi yang berkarater mulia dan
berintegritas.“Nilai-nilai
ini jika diajarkan sejak dini, kami yakini akan memberi manfaat hingga mereka
tumbuh besar,” kata Basaria.
Seperti namanya, permainan
ini berisikan 9 nilai antikorupsi, antara lain kejujuran, kepedulian,
kemandirian, keadilan, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, keberanian dan
kedisiplinan. SEMAI diluncurkan pertama
kali, bersamaan dengan peringatan setahun Program SPAK pada 21 April 2015 di
Jakarta.Permainan ini bisa dimainkan berdua atau berkelompok. Terdiri dari
papan permainan, kartu putih berisi situasi, dan kartu merah berisi pertanyaan
untuk hukuman. Pada papan permainan, terdiri dari dua bagian. Masing-masing
bagian terdiri dari 9 kotak bergambar yang bertuliskan nilai-nilai antikorupsi
tersebut.
Dengan permainan yang
berbasis pembiasaan pada situasi antikorupsi, KPK berharap nilai-nilai tersebut
bisa dengan mudah dicerna, dipahami dan ditiru. Sehingga internalisasi nilai, dilakukan
secara alamiah dan menyenangkan.“Mungkin
manfaatnya tidak segera dirasakan, tetapi KPK yakin permainan ini akan
memberikan pengaruh positif pada pribadi anak-anak di masa depan,” kata Basaria.
Saat ini, SEMAI digunakan
sebagai salah satu alat bantu oleh 550 agen SPAK yang telah menyampaikan pesan
antikorupsi kepada lebih dari 200 ribu orang di 16 provinsi. Kelahiran
permainan antikorupsi ini dipicu oleh umpan balik dari para agen SPAK yang
melihat bahwa anak-anak menyenangi permainan. Selain SEMAI, gerakan SPAK juga
menggunakan alat bantu permainan lainnya, seperti Arisan Antikorupsi, Lima
Jodoh (Majo) dan Putar-putar Lawan Korupsi (PutputLK).
Informasi lebih lanjut,
silakan menghubungi:
Yuyuk Andriati Iskak
Hubungan Masyarakat
Komisi Pemberantasan
Korupsi
Jl HR Rasuna Said Kav C-1
Jakarta Selatan
(021) 2557-8300
Sumber: Klik di sini!

