![]() |
| Automatic Water Level
Recorder (AWLR), jadi dapat mengukur volume air ketika hujan turun |
TANGERANG - Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akan
menerapkan sistem peringatan dini banjir berbasis teknologi dengan menggandeng
Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT).Kepala Seksi (Kasie) Mitigasi pada
BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana mengatakan, pihaknya telah berkunjung
ke BPPT di Puspiptekpada akhir pekan kemarin, karena akan menggunakan teknologi
maju untuk sistem peringatan dini banjir.
“BPPT telah
membangun dan mengembangkan sistem peringatan dini banjir, yaitu Automatic
Water Level Recorder (AWLR), jadi dapat mengukur volume air ketika hujan turun,
apakah hujan berpotensi bajir atau tidak,” terang pria
yang akrab disapa Essa ini ketika ditemui di Kantor BPBD, Setu, Minggu
(10/4/2016).
Essa mengungkapkan, AWLR
adalah alat pengukuran dan pendataan dengan system telemetry dan full remote
juga menggunakan pressure sensor berbasis sms gateway. “AWLR ini dinilai sebagai alat sistem peringatan
dini banjir yang sangat efektif untuk diterapkan pada kawasan rawan bencana
banjir, apalagi kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini dilintasi tiga
sungai besar,” tambah
lulusan Institut Teknologi Indonesia (ITI), Setu.
Maka dari itu, lanjut
putra Politisi Partai Golkar Endang Sudjana ini, pihaknya pada Senin
(11/4/2016) akan melakukan presentasi kepada Walikota Tangsel Airin Rachmi
Diany terkait rencana penerapan alat AWLR ini“Kami berharap dan yakin Walikota Tangsel akan menyetujui karena kota ini
kan tengah atau gencar menerapkan sistem teknologi yang diaplikasi di kegiatan
birokrasi pemerintahan,” pungkas Essa.

